BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) punya ragam potensi yang layak untuk dikembangkan. Dari mulai keindahan alam, adat-istiadat.

Hingga pertanian dan perkebunan yang menjadi sektor penggerak utama ekonomi masyarakat. Ya, desa tersebut bernama Desa Tebing. Berikut ini kita sajikan beragam fakta-fakta menarik seputar Desa Tebing, kini dipimpin oleh Bapak Saimi periode 2022-2028, sejak 7 Desember 2022 kemarin.

1. Letak Geografis, Luas Wilayah serta Jumlah Penduduk

Dengan luas wilayah 2.315,47 hektare, desa ini jadi rumah bagi 452 keluarga dan 1.419 penduduk yeng menjalani kehidupan rukun dan harmonis. Terbagi menjadi 2 dusun dan 6 Rukun Tetangga (RT), desa ini berdampingan dengan Desa Air Bulin dan Kelurahan Kelapa.

Dari Ibukota Babel, Pangkalpinang, membutuhkan waktu sekitar 1 jam 25 menit untuk menuju Desa Tebing dengan jarak tempuh sekitar 69 Km. Sementara dari Ibukota Babar, Mentok, sedikit lebih cepat dengan waktu yang dibutuhkan mencapai 1 jam 22 menit.

Baca Juga  Desa Tebing: Wajah Baru Menggali Potensi Agrowisata Sawah

Meski jarak tempuh sekitar 75 Km, dari data yang dilansir di aplikasi Google Maps. Hal ini dikarenakan Desa Tebing secara geografis, terletak di sepanjang jalan nasional. Letaknya persis setelah Kelurahan Kelapa dari Pangkalpinang dan Simpang Bulin, dari Kota Mentok.

Areal persawahan Desa Tebing. Foto: Istimewa

2. Fasilitas Pendidikan dan Ibadah

Di tengah gencarnya pemerintah dalam mencetak Generasi Emas 2045, Desa Tebing memiliki 2 satuan pendidikan di dalam menjaga tumbuh kembang anak sejak dini di daerah itu. Pertama ada PAUD Mentari Desa Tebing dan kedua SDN 13 Kelapa.

Sebelum melanjutkan pendidikan pada tingkat menengah dan seterusnya, 2 satuan pendidikan ini berperan besar dalam membantu merealisasikan program pemerintah tadi. Sementara untuk tempat ibadah, desa ini memiliki Masjid bernama Hudallil Muttaqin dan Musala Al-Ikhlas.

Budaya Nganggung di Desa Tebing. Foto: Istimewa

3. Potensi Kekayaan Alam

Sebagai salah satu destinasi istimewa di Negeri Sejiran Setason, Desa Tebing memiliki panorama alam yang indah. Khususnya sektor perkebunan lada, karet, kelapa sawit dan persawahan yang melimpah. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi desa tersebut khususnya bidang persawahan.

Baca Juga  Kembangkan Objek Wisata Kelekak Durian, Pemdes Pangek Butuh Dukungan

Terlebih, persawahan di desa, potensial dan jadi contoh dalam pengembangan pembangunan ekowisata. Karena sudah memiliki potensi sawah yang indah, unik serta khas sehingga pemda setempat telah menyusun program untuk pengembangan objek wisata.

Meski begitu, pengembangan kawasan agrowisata ini telah dimulai terlebih dahulu oleh masyarakat setempat. Dan dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dipimpin Angga Saputra dengan nama AWIST. AWIST, akronim dari Agrowisata Indah Sawah Tebing.

AWIST ini, menghadirkan objek wisata edukasi persawahan yang menjadi ikon dan jadi salah satu program unggulan Desa Tebing. Kehadiran AWIST juga diharapkan dapat menunjang Pendapatan Asli Desa (PADes) Tebing dan kesejahteraan masyarakat.

Khususnya melalui melalui program di sektor Usaha Kecil Mikro (UKM) yang ada di desa tersebut. Terlebih, dalam hal ini, mayoritas penduduk rata-rata berprofesi sebagai petani dan hidup dalam tradisi gotong-royong.

“Wisata non-pantai ini menjadi upaya kami, sebagai program unggulan Desa Tebing untuk menggenjot pendapatan asli desa dan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Angga Saputra, Ketua Pokdarwis Desa Tebing yang menjabat juga sebagai Ketua AWIST.

Baca Juga  Safari Ramadan di Desa Kundi, Wabup Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

Dalam menjalankan program tersebut, Pokdarwis Desa Tebing berkolaborasi bersama instansi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Babar. Agar ke depan, dapat berkembang pesat menjadi salah satu tempat wisata yang ada di Bumi Serumpun Sebalai.

“Semoga dengan kehadiran AWIST, kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. Sebab ini, cita-cita utama kami. Dan harapan kita, dengan adanya objek wisata yang telah kita bangun ini dapat menjadi ikon yang ada di Babar,” bebernya.

Dengan begitu, Desa Tebing, dia harap ke depan lebih dikenal masyarakat secara luas. Tidak hanya dari Babar dan tingkat Babel saja, bahkan tingkat nasional dan mancanegara. Dengan banyaknya pelancong yang datang, ini berdampak pada kesejahteraan.

Kepala Desa Tebing, Saimi

4. Produk UKM Unggulan Zam dan Zid Berupa Keripik Singkong