Manajemen RSBT Sungailiat Sebut Karyawan Dimutasi untuk Hindari PHK
BANGKA, TIMELINES.ID – Puluhan karyawan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Sungailiat menggelar aksi demo di halaman rumah sakit, Rabu (27/12/2023). Para karyawan memprotes kebijakan manajemen yang terkesan tidak transparan, sepihak dan tidak manusiawi dalam menetapkan mutasi.
VP HCGA PT Bakti Timah Medika (BTM), dr. Firmansyah, MARS kepada wartawan usai aksi demo yang dilakukan para karyawan RSBT Sungailiat mengatakan mutasi merupakan tindakan penyelamatan karyawan agar tidak menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Dia mengatakan bahwa imbas dari pemutusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan membuat perusahaan berat untuk membayar hak-hak karyawan sehingga keputusan bijak adalah melakukan mutasi ke cabang=cabang rumah sakit yang tersebar di beberapa tempat.
“Jadi kita tidak bekerjasama lagi dengan BPJS terhitung 1 Januari 2024. Tentunya karena pasien kita 90 persen peserta BPJS kita tidak mampu untuk membayar gaji seluruh karyawan,” kata Firman.
Menurutnya solusi terbaik untuk menyikapi imbas pemutusan kerja sama antara kedua belah pihak yakni melakukan mutasi karyawan ke 4 cabang rumah sakit di bawah naungan PT BTM.
Sejauh ini, menurut dia, PT BTM sudah memutuskan hubungan kontrak karyawan tidak tetap di cabang rumah sakit lainnya sehingga posisi ini akan diisi oleh karyawan RSBT Sungailiat yang ditentukan untuk dimutasi.
“Kita ini grup ada empat rumah sakit jadi solusi perusahaan agar temen-temen tidak di-PHK, tidak dirumahkan yaitu mutasi. Mudah mudahan dengan biaya yang dihemat ini dengan memutuskan karyawan kontrak, biaya kita tidak terlalu besar lagi untuk membayar gaji teman-teman,” kata Firman.
Sementara, mengenai tudingan adanya diskriminasi dalam menetapkan nama karyawan yang dimutasi, Direktur RSBT Sungailiat, dr. Gustami mengatakan kriteria yang dilakukan pihak manajemen sesuai kebutuhan layanan. Menurutnya ada beberapa poin yang dilakukan dalam menentukan nama-nama dan sudah dilakukan dalam waktu yang sangat panjang.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.