Transformasi Pendidikan di Era Industri 4.0
Oleh: Raudya Setya Wismoko Putri
Saat ini, dunia mengalami perubahan yang berdampak begitu besar. Dampak tersebut merupakan efek dari adanya perkembangan dunia digital.
Perubahan peradaban dunia yang sangat cepat di berbagai negara, ditandai dengan penggunaan sistem informasi tanpa batas berbasis komputasi dan big data.
Digitalisasi teknologi dengan bantuan mesin berbasis online menjadi sangat dominan pada konektivitas antarmanusia di berbagai penjuru dunia.
Kehadiran revolusi industri 4.0 bisa terlihat dari berbagai perubahan fundamental. Perubahan yang dimaksud seperti perubahan teknologi dasar, sosial, ekonomi makro, dan lain sebagainya.
Adapun karakteristik dari revolusi industri 4.0 adalah kecerdasan buatan, iCloud data, internet of people, big data, internets of things (IoT) dan digitalisasi di mana segala perkembangan yang baru tersebut ternyata telah menyebabkan disrupsi di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya yang cukup besar dampaknya yaitu sektor pendidikan (Afrianto, 2018).
Industri 4.0 merupakan industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Teknologi ini sangat dibutuhkan dalam dunia Pendidikan untuk saat ini dikarenakan transformasi digital dirasakan perlu untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.
Dengan adanya transformasi digital, maka efisiensi biaya dan produktivitas, serta peningkatan mutu pendidikan akan bermuara pada sistem yang baik.
Sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama bagi kemajuan generasi penerus bangsa, juga perlu menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal baik dari bidang teknologi pendidikan maupun kurikulum pembelajaran dibandingkan dengan negara maju.
Era baru Industri 4.0 akan membawa perubahan besar dalam dunia fisik seperti pada fasilitasi virtual yang dimungkinkan oleh koneksi digital yang memperkecil jarak, menghilangkan perbedaan, dan melakukan transfer pengetahuan waktu nyata dan transfer material secara global (Umachandran, Jurcic, FerdinandJames, Said, & Rashid, 2018).
Karakteristik Pendidikan 4.0 mengarah pada 1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered), memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sebagaimana minat dan kecepatan belajarnya masing-masing;
2) Pembelajaran mengembangkan kemampuan peserta didik menggali sendiri pengetahuan dari sumber-sumber informasi dengan menggunakan internet, sebagai wahana bagi mereka untuk belajar sepanjang hayat (life-long learning);
3) Pemanfaatan infrastruktur ICT dan perangkat pembelajaran virtual untuk memberikan fleksibilitas bagi peserta didik untuk menemukan sumbersumber belajar yang berkualitas, merekam data, menganalisis data, dan menyusun laporan dan melakukan presentasi;
4) Menekankan belajar hands-on melalui metode pembelajaran yang dinamakan “flipped classroom”, yang dengan metode ini peserta didik belajar aspek- aspek teoritik pengetahuan di rumah dan melakukan praktik di kelas. Metode ini mengembangkan kebiasaan dan kemampuan belajar mandiri (self-learning) seraya menyediakan waktu belajar lebih longgar bagi pembelajaran di sekolah untuk pengembangan kompetensi;
5) Mengembangkan soft-skills berpikir kritis, kreativitas, dan pembecahan masalah, khususnya pemecahan masalah otentik dan non-rutin; 6) Kolaborasi dan dalam interaksi sosial sebagai pendekatan utama yang digunakan dalam pengembangan kompetensi, untuk memperkenalkan budaya kerja di dunia industry dan dunia kerja di Abad ke-21;
7) Memberikan fleksibilitas untuk proses pembelajaran dalam bentuk blended learning , yang memungkinkan peserta didik berinteraksi, berkolaborasi dan saling belajar satu sama lain dalam setting kelas maupun secara jarak jauh (distance) melalui internet.
Pendidikan 4.0 hanya dapat diimplementasikan dengan merujuk pada paradigma baru pendidikan yang bercirikan peserta didik sebagai konektor, creator, dan konstruktivis dalam rangka produksi dan aplikasi pengetahuan serta inovasi Guru di era revolusi industri 4.0 perannya tak akan tergantikan oleh teknologi.
Peran guru tak tergantikan karena guru adalah pembentuk karakter anak didik melalui pendidikan budi pekerti, toleransi, dan nilai kebaikan. Namun demikian, guru perlu mengubah cara mengajar agar lebih menyenangkan dan menarik.
Demikian juga peran guru berubah dari sebagai penyampai pengetahuan kepada peserta didik, menjadi fasilitator, motivator, inspirator, mentor, pengembang imajinasi, kreativitas nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena jika tidak maka peran guru dapat digantikan oleh teknologi.
Guru di era Revolusi Industri 4.0 perlu memiliki lima kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yaitu: 1) Educational Competence 2) Competence for technological commercialization, 3) Competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid dan keunggulan memecahkan masalah (problem solver competence)
4) Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan berikut strateginya. 5) Coun selor competence (http://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/semdiunaya).
Era Revolusi Industri 4.0 tidak hanya tentang penyediaan fasilitas pendukung, namun penekannannya lebih kepada mempersiapkan pendidikan Indonesia sehingga lebih maju, mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju, dan mampu beradaptasi dengan Era Revolusi Industri 4.0. Perbaikan pola pikir, mentalitas, dan nilai-nilai merupakan hal mendasar yang perlu dipersiapkan.
Dibutuhkan kurikulum yang mampu mengembangkan logika, bahasa, dan kreativitas (Afandi., Chamalah, E., Wardani, O. P., & Gunarto, H. 2013). Keberhasilan suatu negara dalam menghadapi revolusi Industri 4.0, turut ditentukan oleh kualitas dari pendidik seperti guru. Para guru dituntut menguasai keahlian, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global.
Dalam situasi ini, setiap lembaga pendidikan harus mempersiapkan oritentasi dan literasi baru dalam bidang Pendidikan. Karakteristik pendidikan 4.0 dalam proses pembelajaran sebagai berikut:

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.