Karya: Renata Putri, SMAN 3 Toboali Bangka Selatan

 

Cleo mulai tersadar dari pingsannya, dia melihat sekelilingnya.

“Ini di mana?” tanya Cleo.

“Anda dirumah sakit , tadi mobil Anda menabrak pohon,” jelas seorang dokter yang bernama Adnan.

Seketika ia teringat kedua temannya

“Teman-temanku mana, Dok?” Cleo sedikit panik.

“Ada, di ruang sebelah Anda mereka belum sadarkan diri,”terang dokter Adnan.

“Aku mau melihat mereka,” sela Cleo.

” Ya udah, ayo saya antar!” tawar Dokter Adnan.

Dokter Adnan melihat aura yang gelap pada kedua gadis itu dan berkata, “Kalian pasti korban di jalan Bantara, kan?” selidik Dokter Adnan.

“Iya, Dokter kok tau?” Cleo sedikit bingung.

Baca Juga  Pengilen

“Melihat keadaan temanmu, aku sudah tau karena melihat aura yang gelap,” jawab Dokter Adnan.  Cleo pun menceritakan semua kejadian yang dialami dia dan teman-temanya. Dokter Adnan pun mengangguk-angguk menanggapinya.

“Jiwa mereka terkunci oleh salah satu penunggu di jalan itu,” jelas Dokter Adnan.

“Terus gimana, Dok?” tanya Cleo.

“Aku bisa membantumu bertemu dengan orang pintar yang bisa membantumu membebaskan temanmu,” ucap Dokter Adnan.

“Yang bener, Dok? Terima kasih dokter,” teriak Cleo dengan mata yang berbinar.

Jam menunjukkan pukul 12.30 atau jam setengah satu siang, Cleo dan Adnan mendatangi rumah orang pintar yang dimaksud Dokter Adnan di rumah sakit tadi.

” Sudah sampai, ayo turun!” ajak Dokter Adnan.

Baca Juga  Raja Kampung

Mereka berdua turun dari mobil langsung mengetuk pintu dan dibuka oleh Pak Supri selaku orang pintar tersebut, mereka langsung masuk ke dalam rumah karena sudah diizinkan oleh Pak Supri. Cleo dan Adnan dipersilahkan duduk oleh Pak Supri, tak ingin berlama-lama Cleo menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada Pak Supri.

“Jalan satu-satunya adalah Mba kembali ke sana bersama dengan orang yang memiliki ikatan batin dengan Mba, contohnya suami Mba, tapi Mba harus memiliki suami yang memiliki indra keenam supaya dapat menjaga Mba, sosok kuntilanak itu tidak dapat mengambil jiwa Mba kalau Mba terikat kuat dengan suami Mba, kalau tidak Mba harus mengikhlaskan teman-teman Mba selamanya. Oh ya teman Mba terikat dengan cambuk di dalam sumur di dalam hutan,” terang Pak Supri.

Baca Juga  Menari Air

Cleo tampak berpikir di mana aku menemukan suami seperti itu.

“Pak, apa ada waktu untuk menyelamatkan teman-temanku?” tanya Cleo.