Bagian 2

Menanti Sang Sandyakala

Oleh: Ummi Sulis

Tanggal enam belas November 2022. Lelapnya tidur bersama mimpi, terusik dengan bunyi alarm yang kusetel untuk memaksaku bangun kepagian. Tiada kehadiranmu mengusik raga untuk sekadar menyemangati aktivitas pagiku. Ternyata sendiri itu menyedihkan. Aku tak berani berterusan seperti ini tanpamu.

Berkutat dengan secuil kegiatan pagi. Rabu yang membawaku pada aktivitas perjalanan tugas dan kewajiban seorang pekerja. Segudang rencana telah tersusun di kepalaku. Namun, yang terlaksana hanya sekotak kecil saja, belum segudang. Biarlah, yang penting harsa meresap jiwa. Bahagia itu sederhana.

Baca Juga  Alter Ego