7 Rekomendasi Makanan Pengganti Nasi yang Bagus untuk Program Diet
TIMELINES.ID– Makanan diet pengganti nasi sangat cocok dikonsumsi bagi kamu yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Selain kalorinya yang relatif lebih rendah dari nasi, makanan diet pengganti nasi memiliki kandungan karbohidrat kompleks beberapa rekomendasi di artikel ini juga tinggi.
Mengonsumsi makanan diet pengganti nasi, bukan berarti mengurangi atau bahkan meniadakan asupan karbohidrat sama sekali. Karena kamu juga tetap perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat harian untuk memungkin tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.
Beberapa rekomendasi makanan pengganti nasi putih yang bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat, di antaranya yaitu:
1. Nasi merah
Tahukah Anda, nasi merah sebenarnya mengandung serat yang lebih tinggi daripada nasi putih, lho!
Diketahui, per 100 gram nasi merah dapat menyediakan sekitar 0,7 gram serat. Sementara per 100 gram nasi putih hanya mengandung sebanyak 0,4 gram serat.
Selain itu, nasi merah juga merupakan kelompok karbohidrat kompleks. Itu artinya, nasi merah dapat dicerna lebih lama sehingga membuat Anda tidak mudah lapar. Sangat cocok dijadikan sebagai makanan untuk penderita asam lambung!
2. Shirataki
Kemudian ada shirataki yang juga bisa Anda manfaatkan sebagai makanan pengganti nasi untuk diet.
Mengapa demikian? Sebab sebagian besar komposisi shirataki terdiri dari air, sehingga cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.
Sebagai tambahan, shirataki terbuat dari glucomannan, yaitu sejenis serat yang diperoleh dari akar tanaman konnyaku [2].
Olahan shirataki sendiri umumnya tersedia dalam bentuk kemasan berupa mie ataupun nasi.

3. Roti gandum utuh
Roti gandum termasuk salah satu makanan tinggi serat yang juga bisa dijadikan sebagai pengganti nasi putih.
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab sepotong roti gandum yang setara dengan 46 gram diketahui mengandung serat sebanyak 4 gram.
Di samping itu, roti gandum juga mempunyai indeks glikemik lebih rendah daripada nasi putih yang mampu membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan membantu mengontrol kadar gula dalam tubuh [2].
