Senandika: Sembilan Hari Tanpa Engkau, Berteman Lagu Cinta Bagian 4
Merenda Haru
Oleh: Ummi Sulis
Tanggal 18 November 2022. Jumat mubarak. Semoga semua makhluk berbahagia, termasuk dirimu nun di sana. Hari keempat jadi penunggu gubuk sendirian kala itu, semakin menyiksa perangkat-perangkat di tubuhku. Ngeri-ngeri sedap.
Tahukah engkau, bila hari itu aku lupa menyetel alarm untuk membangunkanku. Aku terlambat membuka mataku kala pagi. Tersadar saat cahaya sang surya mengintip dari celah ventilasi. Ternyata aku belum terbiasa bangun tanpa sentuhan tanganmu. Buktinya, subuh telah hampir berlalu. Untunglah masih ada tanda-tanda kalau dunia waktu itu masih pagi.
Beraktivitas pagi menuju dunia berikutnya, menyentuh anak-anak orang untuk diajarkan pengetahuan. Sudah dua hari aku tak bertemu dengan celotehan mereka, dikarenakan tugas luar. Apalagi celotehanmu, sudah berhari-hari. Sepertinya semua orang hari itu sibuk dengan ruang hati masing-masing. Tampak sekali dari wajah-wajah yang merangkai makna tersendiri. Aku pun menyusuri koridor untuk menuju ruang belajar.
