Karya: Santaeri 

Sore terendam hujan gerimis
Terhaturkan doa-doanya dalam kesaksian
Ditabur benih-benih kisah kasih
Hembus napas dan gelak tawa para remaja tanggung
Menyapa perjalananku pekan ini
Dalam sebuah deretan kursi panjang sepanjang perjalanan..

Aku…
Berpangku sendu pada sepotong kenangan
Di sudut labirin tanpa titik terang dan kawan berterus terang.
Menyingkap jalan panjang roda-roda kehidupan.
Kadang muak menentang bagai pedang panjang menghunus jantung.

Baca Juga  Antara Pribumi dan Wabah di Blinjoe 1836