BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bangka Barat (Babar), Kompol Iman Teguh Prasetyo membeberkan kronologi kasus perompakan yang dialami 3 nelayan asal Mentok di perairan Tempilang akhir pekan lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Catur Prasetya Polres, Kompol Iman menuturkan, kejadian itu bermula saat para korban berangkat melaut dari Pelabuhan Mentok ke laut Tempilang, Rabu (10/1/2024) sekira pukul 08.00 WIB. Ada 2 kapal yang korban gunakan.

Ialah Kapal Motor (KM) Mega Padang dan KM Guna 1. Selama beberapa hari, tidak ada kendala yang korban alami. Namun pada Jumat (19/1/2024) jam 17.00 WIB, KM Mega Padang milik Sudirga alias Dirga, dihadang oleh segerombolan orang tidak dikenal.

Baca Juga  Peringati HUT ke-73 Polairud, Polres Bangka Barat Gelar Upacara Tabur Bunga

“Saat itu, kapal Dirga yang berdekatan dengan KM Guna 1 milik Karjono alias Jono berlayar dari Pulau Nangka, Bateng ke Mentok. Di Laut Tempilang, mereka tiba-tiba dihadang kapal kecil tak beratap,” ujar Iman seizin Kapolres AKBP Ade Zamrah, Rabu (7/2/2024).

Lebih lanjut, kapal kecil dengan tulisan Doa Ibu itu diawaki oleh 4 orang. Kapal yang dimiliki Dirga kemudian berhenti lantaran tiga dari dua terduga pelaku menodongkan senjata tajam jenis parang setelah naik ke kapal korban. Ancaman diterima korban Dirga.

“Sambil mengancam mereka (pelaku-red) langsung mengambil benda-benda yang ada di atas kapal korban. Tidak hanya Dirga, kapal korban Jono juga disambangi pelaku dan membawa berbagai barang-barang yang dibawa oleh Jono di atas kapalnya,” jelasnya.

Baca Juga  Semarak HUT ke-48 dan HUT ke-79 RI, PT Timah Gelar Liga Sepak Bola Fun Football Veteran U-40

Diberitakan sebelumnya, empat warga Lorong Birik, Desa Sungsang II, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diringkus Tim Hiu Barat dari Satpolairud Polres Bangka Barat (Babar), Senin (5/2/2024) kemarin.