BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mencatat angka putus sekolah siswa SD/MI di wilayahnya mencapai 175 siswa per periode 2020 hingga 2023.

Di tahun 2020 hingga 2021, terjadi tren angka putus sekolah meningkat di Bangka Tengah pada tingkat SD/MI dengan rincian 31 siswa tahun 2020 dan 59 siswa tahun 2021, kemudian turun pada tahun 2022 sebanyak 57 dan kembali menurun di tahun 2023, tercatat ada 28 siswa yang putus sekolah.

“Adanya tren putus sekolah ini, dikarenakan efek dari Covid-19, maka hal ini ingin kita tangani,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Esdras Silverius, Sabtu (24/2/2024).

Baca Juga  Kemendes PDTT Tinjau Desa Namang sebagai Delegasi Pertemuan Asean Village Network

Menurutnya, selain dampak Covid-19, faktor ekonomi juga menjadi pemicu anak-anak di Bangka Tengah putus sekolah.

“Faktor ekonomi juga, mereka membantu keluarga untuk ke kebun, ke laut, dan tambang dan berakhir tidak lagi kembali ke satuan pendidikan,” ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pendidikan sudah membangun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) hingga membuka SMP Terbuka pada tahun 2024.

“Tahun ini kita konsen untuk pencegahan putus sekolah di tingkat SMP. Tahun 2024 ini, kita ada program untuk membuka SMP Terbuka, yang di usia 13 sampai 18 tahun, termasuk anak drop out dan putus sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Iskandar mengakui angka putus sekolah di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) masih cukup tinggi.

Baca Juga  Begini Kronologi Penangkapan Pembacok Pacar di Kurau, Pelaku Sempat Lawan Petugas

“Masih cukup tinggi, terutama saat pandemi Covid-19 kemarin, tapi setelah pandemi perlahan-lahan sudah bisa ditekan,” ujar Iskandar.