BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, periode 2020 hingga 2023, setidaknya ada 436 anak sekolah jenjang SMP di Kabupaten Bangka Tengah mengalami putus sekolah.

Rincian angka putus sekolah jenjang SMP tersebut, di antaranya 96 siswa tahun 2020, 131 siswa tahun 2021, 132 siswa tahun 2022, dan 77 siswa tahun 2023.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah (Dindik Bateng) memiliki Program Pencegahan dan Penanggulangan Anak Putus Sekolah melalui SMP Terbuka.

Esdras Silverius Bangun selaku Kabid Pembinaan SMP menyampaikan bahwa SMP Terbuka merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk dapat “mengembalikan” siswa/i putus sekolah kembali menempuh pendidikan di sekolah formal.

Baca Juga  Cukup dengan Rp155 Juta ASN di Bateng Bisa Miliki Rumah

“Kita juga sudah menggelar Rapat Koordinasi Teknis bersama Koordinator Wilayah Pendidikan, Pengawas Sekolah Jenjang SMP dan Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Bangka Tengah dalam rangka penyiapan pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Anak Putus Sekolah melalui SMP Terbuka ini,” ujarnya, Sabtu (24/2/2024).

Menurut Esdras, penyelenggaran pembelajaran SMP Negeri Terbuka dilaksanakan dengan kombinasi pembelajaran mandiri dan pembelajaran tatap muka dengan kombinasi 4 : 1.

“Yakni, 4 hari belajar mandiri dirumah / TKB dan 1 hari belajar tatap muka di sekolah, sehingga memungkinkan bagi siswa/i yang berkerja atau membantu aktivitas kerja orang tua untuk tetap dapat mengikuti pembelajaran,” tuturnya.

Ia berharap, melalui SMP Terbuka ini penduduk yang berusia 13-18 tahun yang putus sekolah di jenjang SMP atau lulusan SD dengan kendala tertentu bisa kembali mengenyam pendidikan formal.

Baca Juga  Algafry Ultimatum Kepala OPD, Bakal Ada Pergantian