Secawan Kopi Hitam

Karya: Ummi Sulis

Fajar Indah, 22 November 2022. Selasa yang cerah. Kegiatan akhir tahun membuat kerja ekstra. Kalau ada lagu tentang November, aku ingin menulis judul lagu “November Bermakna”. Delapan hari bersendirian saja. Leganya mendengar kabar dirimu dalam perjalanan kembali ke sisi.

Entah kenapa, mataku begitu berat terasa. Tempat mataku berada, ikut-ikutan berat. Rasanya ada batu yang bertengger di atas kepala ini. Apakah karena harsa ini terlalu kurasa ataukah karena renjana tentangmu. Hari ini semua menjadi terlalu berat.

Aku telah pun menggunakan mata empat. Barangkali ulah mata, semua memberatkan. Namun takada pengaruh mata tambahan yang kugunakan. Aku telah pun menyingkirkan harsa bersua denganmu. Namun, kepalaku masih teramat berat. Atau jangan-jangan aku sakit rindu.

Baca Juga  Sungailiat, Sungai Tanpa Air dan Rasa