Karya: Santaeri

diiming-imingi harga meroket menembus batas dan waktu
lalu sidak dan sidak dilakukan
para pecundang satu persatu jadi pelakon di balik kekacauan
nampak harmonis rupanya miris
sunyi senyap bagai kuburan

keluh kesah bagai rentetan tembakan perang
saat ini kita memang sedang berperang
berperang dengan rakyat yang menjajah rakyat
sendu sedu sedan semilir angin
udara dalam ruang hampa enggan menguap

beras bagai harga emas
apakah kita kembali ke zaman krisis moneter?
apakah benar indonesia sudah merdeka?
bila korupsi masih merajalela
banyak timbul manusia dengan segala ke-sok pintarannya

pintar menilai salah orang namun buta terhadap kebodohan sendiri
di beberapa media sosial jiwa menghujat makin keji
kasihan bukan, mereka yang memberontak kepada pemerintahnya
namun dia juga menikmati semua program pemerintah tersebut.

Baca Juga  Luka Terdalam