Oleh: Herda Novalia, S.Pd

Guru adalah orang yang mengajar. Secara etimologi, guru merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu ‘digugu’ dan ‘ditiru’. Digugu berarti dipercaya dan ditiru berarti diikuti. Artinya seorang guru itu harus bisa dipercaya setiap kata-kata, ucapan dan perilakunya agar menjadi panutan dan teladan mulia untuk diikuti.

Seorang tenaga pengajar atau guru dalam pandangan Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia. Nabi Muhammad saw bersabda: “Sesungguhnya Allah yang maha suci dan para Malaikat-Nya serta semua penghuni langit dan bumi–Nya, sampai semut dalam lubang dan ikan di dasar laut sekalipun, niscaya akan memintakan rahmat bagi orang-orang yang mengajar manusia kepada kebaikan”. (HR. At-Turmudzi dari Ibnu Majah)

Baca Juga  175  Ustaz ustazah Madin dan TPQ Ikut Pelatihan Kompetensi Guru 

Dunia guru adalah salah satu sisi dari dunia kependidikan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena urgensi seorang guru sangat menjadi acuan dan peran utama dalam dunia pendidikan.

Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya. Ia membutuhkan pertolongan dari kedua orangtuanya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dari kedua orang tuanya lah ia menuntut ilmu pertama kali.

Itu berarti guru yang pertama dan utama tidak lain adalah figur orang tua dalam membentuk kepribadian sang anak. Dalam dataran formal pun demikian. Seorang anak tidak serta merta bisa langsung mempelajari pelajaran kelas 6 sebelum mempelajari materi kelas 1 sampai kelas 5.

Di sinilah ia akan butuh guru dalam arti sesungguhnya, yaitu membantu, membimbing, dan melatihnya untuk memiliki kemampuan dasar sebelum sampai pada tingkat pengetahuan yang lebih tinggi selanjutnya

Baca Juga  Fenomena Tawuran Pelajar di Kota Pangkalpinang