BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Untuk meningkatkan dunia pariwisata yang ada di Kabupaten Bangka Barat (Babar), pemerintah harus berani membidik target lebih luas, tidak hanya melirik potensi pasar lokal saja yang notabene tidak memiliki daya beli mumpuni.

Menurut CEO & Founder Rabbani Tour, Dr Hj Masrura Ram Idjal SE, MBA, MSc, bila pariwisata Bangka Barat hanya mengharapkan wisatawan lokal, maka akan sulit untuk berkembang.

Salah satu contohnya, kedatangan warga negara Australia ke Kecamatan Mentok dalam rangka peringatan Perang Dunia II. Hal ini menurut Masrura adalah sebuah potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Kita berharap kemarin saya dengar di Bangka Barat ada acara peringatan Perang Dunia II, tentang turis-turis dari Australia. Nah gimana coba, orang-orang Australia datang, dia spend duit, dia belanja, nginap di hotel,” ujar Masrura, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga  Remaja 16 Tahun asal Mentok Jadi Pengedar, Diciduk Berikut 7,91 Gram Sabu

“Jadi, kalau hanya mengharapkan orang Bangka Barat saja yang datang ke destinasi maka nggak bisa berkembang. Karena, kita tahu kemampuan masyarakat di Bangka Barat. Kita harus mendatangkan orang dari daerah lain dari negara lain untuk datang ke Bangka Barat, baru kita bisa berkembang, ” imbuhnya.

Menurut dia, ketika wisatawan dari provinsi lain atau bahkan luar negeri datang ke Bangka Barat dan mereka berbelanja, menginap di hotel dan lain – lain, di situ lah perekonomian daerah setempat bergerak. Apalagi mereka siap menghabiskan uangnya.

“Makanya kita harus mendatangkan orang dari luar untuk meningkatkan daya beli karena mereka punya duit. Mereka bisa spend. Kalau orang kita hanya segitu segitu aja, makanya nggak berkembang,” tukas dia.

Baca Juga  Bobol Rumah Honorer, Pemuda di Desa Airlintang Dibekuk Polisi

Namun untuk mendatangkan wisatawan luar bukan hal mudah. Menurut wanita kelahiran Mentok yang kini tinggal di Bandung ini, masyarakat harus disiapkan dan diedukasi mengenai pariwisata.

Hal lainnya, destinasi wisata harus siap menyajikan atraksi, bukan hanya tempat untuk dilihat – lihat dan pengunjung bosan sehingga cepat pulang dan tidak pernah datang lagi.