Aku Baik-baik Saja
Karya: Sheila Fiorencia Caroline, Siswi SMKN 1 Sungaliat
Malam tiba dengan anggunnya, sinar bulan bersinar terang menghiasi balkon. Malam penuh dengan kegelapan, dan kegelapan sekarang sedang memelukku erat-erat. Aku berada di sini, tepat di atas segalanya. Dalam ketinggian ini, aku berkata di dalam diriku,
Aku baik-baik saja….
Aku menutup mataku, setidaknya saat kututup mataku, aku bisa membayangkan hal indah yang selama ini tidak bisa kunikmati di dunia kenyataan ini. Banyak yang mencintaiku, aku dikelilingi banyak orang, tapi tetap aku berakhir sendirian. Hanya ditemani pikirang-pikiranku yang egois memintaku melakukan hal-hal di luar kendaliku.
Aku baik-baik saja….
Kuharap orang-orang menyadari, betapa aku menyayangi mereka. Tapi aku berdiri di sini, dengan kebencian mendalam terhadap diriku sendiri. Bagaimana aku mencintai orang lain jika aku sendiri tidak mencintai diriku sendiri? Aku sendirian di antara kerumunan manusia. Kecil di antara besarnya mereka.
Aku baik-baik saja….
Aku berdiri di sini. Hawa dingin mendekapku dalam kenyamanan. Namun masih ada kegelapan yang tidak mau pergi. Kakiku terasa kram setiap kali bergerak, ada rasa sakit yang tidak terlukiskan dengan kata-kata. Mengapa aku di sini? Apa yang kuharapkan? Mungkin keadaan tidak akan menjadi lebih baik, tapi aku akhirnya bebas. Bebas pergi ke dunia fana.
Aku baik-baik saja….
Aku takut, dan aku selalu takut. Hidupku dipenuhi bayang-bayang. Namun membayangkan diriku terjun bebas ke bawah, merasakan tanah kasar menghantam tubuhku. Aku tidak takut. Tapi siapa yang kubohongi? Diriku atau orang lain? Tentu saja, aku selalu berhasil membohongi diriku sendiri. Aku tidak pernah menginginkan ini.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.