BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat (Babar) terus berupaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kendati dalam beberapa tahun terakhir, angka kasus DBD di Babar terus mengalami penurunan signifikan.

Menurut Kadinkes Babar, Muhammad Safi’i Rangkuti, apa yang menjadi target dalam menekan kasus DBD harus terus dilakukan. Walaupun, sepanjang bulan Januari hingga 30 Juni 2024 kemarin, angka penderita DBD di Babar baru 152 kasus dan jauh sekali turun.

“Dibandingkan 2022 ada 716 kasus, 10 kematian dan 2023 ada 304 kasus dan 4 kematian. Tahun ini baru 152 dengan 0 kematian, kalau melihat trend tahun ini, per Puskesmas hanya 3. Ini jauh sekali dibandingkan tahun-tahun lalu,” ujarnya, Kamis (11/7/2024) siang.

Baca Juga  ICI Bangka Barat dan AIS Mentok Gelar Bagi-Bagi Takjil

Menurut dia, penurunan kasus DBD ini tidak lepas dari beragam upaya dan gebrakan yang telah dilakukan. Contoh, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan 1 bulan 1 kali di tahun 2023. Maka dari itu, keberhasilan dari upaya ini akan terus dilaksanakan.

“Jadi sekarang kita lakukan PSN per 3 minggu 1 kali, kita turunkan, percepat. Kalau berhasil 3 minggu ini bisa turun, kita tekan lagi menjadi 2 minggu 1 kali. Karena perkembangbiakan nyamuk itu kan 12 hari, cuma ini akan kita lakukan secara perlahan,” bebernya.

“Karena personel di lapangan kita juga terbatas walaupun normalnya itu 2 minggu 1 kali. Itu pun belum maksimal, tapi kalau dibuat 1 minggu sekali agak berat dengan SDM yang ada. Namun ini jadi satu catatan penting bahwa 1 bulan 1 kaki PSN ini, kasus melandai,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Babar Kembali Tanam 200 Pohon Jambu Mete di Lahan Eks Tambang Belo Laut