Serial Keluarga Ummi: Konsekuensi
Karya: Ummi Sulis
Terlahir dengan kelainan bawaan sejak kecil itu, sesuatu. Asma, adalah sakit yang terjadi bila penderita terpapar pemicunya, misal; alergi, kelelahan, atau pikiran.
Bila penderita terganggu karena alergi, misal; debu, makanan, cuaca, maka otomatis terjadi perubahan pada hormon melatonin nya yang berakibat reaksi alergi berupa selaput lendir menjadi peka, hidung berair, napas sesak, ruam pada kulit, bahkan jantung lebih cepat berdetak.
Ummi adalah penderita alergi parah ini. Bila kambuh, lumayan juga semua orang menjadi panik. Semua spesifikasi penyebab alergan masuk dalam katagori. Namun, karena sudah terbiasa, ya bisa-bisalah membawa pemicunya jangan sampai ngamuk.
Ummi tampak berselonjor pasrah, karena kelelahan membersihkan rumah. Untung aja si Ahsan pulang liburan semester. Jadi bisa bantu-bantu. Tiba-tiba …
“San, tolongin Ummi, kayaknya mau kambuh bengeknya.” Ummi memanggil anaknya untuk minta dipijitin.
“Ummi kambuh, ya?”
“Iya, duh sesak, pusing, haaa … tchi, haaa tchi, …” Mulai kumat kayaknya.
“Dih, Ummi, makanya kalau capek jangan dipaksa. Istirahat aja, gak usah dibiarkan kecapean.” Ahsan menasihati sambil memijat areal kaki dengan pijat refleksi.
“Lah, kan gak tahu bakal kambuh. Gak bisa diprediksi. Aduh, San sesak, pijitin punggung Ummi.” Ahsan melaksanakan perintah Umminya.
