Oleh: Marwan

Tentu menjadi sebuah problematika ketika mengingat kondisi dewasa ini di kalangan mahasiswa terlihat banyak yang kurang tertarik untuk membangun intelektual sebagai aktivis.

Mahasiswa masih banyak yang terlalu berorientasi pada aktivitas yang membuatnya senang. Sedikit di kalangannya mereka yang mau berproses dan belajar secara bertahap baik didalam dunia perkuliahan ataupun di luar dunia perkuliahan (Organisasi Eksternal).

Padahal pada dasarnya banyak wadah-wadah yang dapat menaungi berbagai keterampilan dan meningkatkan mindset para pemuda khususnya mahasiswa. Karena pada dasarnya menyandang status mahasiswa adalah bagian yang fundamental dari upaya merintis karier kedepannya. Namun hari ini enggan bagi rekan-rekan mahasiswa untuk menjemput hal tersebut.

Masih banyak yang menunjukkan sifat individualisme dan enggan untuk berusaha meniti jenjang kariernya yang sudah dekat. Posisi mahasiswa sebagian orang menilai adalah langkah yang paling dekat menuju target (cita-cita). Akan tetapi masih tinggi persentase mahasiswa yang masih rendah kesadaran untuk meningkatkan kemampuan dalam segi intelektualitas ataupun keterampilan sebagai bekal ketika menghadapi tantangan dunia kerja.

Baca Juga  Revitalisasi Benteng Toboali: Destinasi Wisata Sejarah di Selatan Pulau Bangka

Pada hakikatnya peran mahasiswa mahasiswa cukup besar, selain mendorong kemajuan dirinya. Mahasiswa memiliki power dalam menopang kemajuan bangsa ini. Namun sangat diperlukan yang namanya nilai-nilai atau dasar pemikiran yang kuat untuk mendukung hal tersebut. Dalam sebuah buku dan landasan perjuangan sebuah organisasi yang ditulis oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur) yaitu NDP.

Nilai yang dimaksudkan meliputi kesadaran-kesadaran dalam diri individu untuk berpikir ataupun bertindak/berbuat. Maka sebagai pemuda yang baru terjun ke dunia kemahasiswaan sangat penting untuk ikut serta dalam wadah-wadah positif untuk membangun kesadaran itu. Ketika kesadaran akan pentingnya intelektualitas dan keterampilan terbangun, maka nilai-nilai itu harus dilandasi pada ketepatan dalam berpikir dan rasionalisasi dalam bertindak.

Baca Juga  Tantangan Guru di Era Modern

Memaknakannya itu dalam bentuk pemikiran yang tidak stagnan pada kebutuhan sementara namun berorientasi pada masa depan. Satu pernyataan yang juga menjadi landasan berpikir jangka panjang dan berlaku untuk semua individu baik itu berstatus sebagai mahasiswa, praktisi, akademisi, politisi, bahkan yang sudah memegang kekuasaan (pejabat).

Pernyataan ini saya kutip dari pernyataan Prof. Dr. Nurcholis Madjid dalam buku biografinya yang ditulis Muhamad Wahyuni Nafis yaitu “Sesungguhnya Kemerdekaan/kebebasan Individu dibatasi oleh kemerdekaan individu lainnya”.

Kondisi dan situasi yang menciptakan dinamika dikalangan mahasiswa hari ini memunculkan stigma-stigma dalam pemikiran saya yang harus diperbaiki. Hal yang memang krusial menurut saya untuk dibangun sampai dengan keharusan yang ada pada diri seorang mahasiswa adalah kesadaran untuk membangun pengetahuan, pemahaman dan keterampilan.

Kesadaran Intelektual
Membangun kesadaran intelektual yang dimaksudkan merupakan suatu upaya dalam menciptakan kesadaran dalam diri mahasiswa akan pentingnya mengetahui pengetahuan yang luas dan mendalam terhadap berbagai bidang ataupun kefokusan pada suatu bidang.

Baca Juga  Meninggikan Derajat Anak: Refleksi Hari Anak Nasional

Namun memang miris hari ini ketika saya melihat kondisi yang terjadi terhadap mahasiswa yang cenderung mengabaikan hal tersebut. Kalau kita punya paradigma bahwa menyadarkan diri dalam meningkatkan pemahaman atau pengetahuan (meng-update pikiran) merupakan bentuk usaha dalam mempermudah mencapai kesuksesan, maka ini akan memotivasi diri kita untuk memiliki niat dan semangat dalam mengembangkan kemampuan diri (pengetahuan dan keterampilan).

Karena menghadapi dunia kerja suatu saat kita akan diuji sejauh mana kemampuan dan keterampilan kita untuk dikatakan layak untuk menjalankan tugas pekerjaan tersebut. Tentunya orang lain tidak akan menerima diri kita ketika tidak mampu mengemban tugas yang diberikan.