Oleh: Ummi Sulis

“Syukurlah, Nak, kau sudah sadar.” Mamaku berucap pilu, ada jejak air mata di kedua pipinya. “Untung temanmu sigap membawamu ke rumah sakit ini dan mengabari kami. Kamu kekurangan cairan juga darah kata dokter,” lanjut mama.

Baca Juga  Pengantar Antu Bangkit