Mengenal Taber Laut Desa Batu Beriga, Ungkapan Rasa Syukur Hasil Laut yang Melimpah

Oleh: Meilanto

Taber Laut dilakukan warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak limpahan rezeki dari hasil laut serta memanjatkan doa tolak balak. Taber laut dilakukan pertama kali sejak tahun 1960.

Proses taber laut dilakukan oleh seorang ketua adat. Ketua Adat merupakan jabatan prestisius bagi orang-orang tertentu.

Pada mulanya, proses Taber Laut dipimpin oleh Atok Hamzah. Setelah beliau meninggal dunia, “ilmu” taber laut diberikan Atok Hamzah bukan kepada anaknya melainkan kepada menantunya yaitu Amang Jamaludin.

Baca Juga  Denting Dambus di “Depati Amir”

Air yang akan digunakan untuk taber laut diambil dari sumur, dimasukkan ke cerek kemudian dibawa ke Batu Panjang yang berada di pantai Desa Batu Beriga dan didoakan oleh ketua adat.

Setelah itu, air dipercikkan ke tepi laut menggunakan daun kremuse. Tujuan dari taber laut supaya para nelayan yang hendak turun melaut dari mulai turun dari tangga rumah sampai melaut dihindarkan dari bala musibah serta mendapat hasil tangkapan yang banyak.

Sementara itu warga lainnya membawa makanan menggunakan dulang yang ditutupi dengan tudung saji. Dulang-dulang tersebut disusun di sepanjang pantai.