Oleh: Ummi Sulis

“Juwi, ada apa teriak kencang, Sayang?” Tiba-tiba Mama mendekati ranjangku, menepuk kedua pipiku. Pas kubuka mata, langsung menjerit panjang, kekagetanku berkali lipat dengan kehadiran Mama. Aku pun menangis gak mau diambil jiwanya. Mama yang belum mengerti kejadian sebenarnya menjadi bingung. Dikira mimpi buruk. Mama menenangkanku, berdo dan bertanya, udah kuat belum untuk mandi hadas, karena haidku sudah selesai. Iya, harusnya aku sudah mandi bersih.

Baca Juga  Metafora Berdasi