Oleh: Heri Suheri., C.IJ., C.PW., CA-HNR., C.FLS.

Kerangka berpikir (mindset)  tentang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seringkali dipandang sebagai sebuah pulau daratannya lebih luas daripada wilayah lautnya, padahal sebaliknya secara geografis dan administratif, wilayah ini adalah daerah kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau utama, serta pulau pulau kecil di sekitarnya yang dikelilingi lautan sebagai wilayah yang lebih luas dibandingkan daratannya.

Provinsi Bangka Belitung adalah salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta ratusan pulau-pulau kecil lainnya. BPS Provinsi Bangka Belitung mencatat tahun 2020 total pulau di wilayah provinsi kepulauan Bangka Belitung berjumlah 575 pulau.

Luas daratan: 16.424,06 kilometer persegi, atau 20,10 persen dari total wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Luas laut: 65.301 kilometer persegi, atau 79,90 persen dari total wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Total luas wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 81.725,06 kilometer persegi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan mendefinisikan kepulauan adalah suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau-pulau tersebut, dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian erat sehingga pulau- pulau, perairan, dan wujud alamiah lainnya itu merupakan satu kesatuan geografi, ekonomi, pertahanan, dan keamanan serta politik yang hakiki atau secara historis dianggap sebagai demikian.

Baca Juga  Finalis asal Bangka Belitung Aliyah Khansa Dinobatkan sebagai Putri Indonesia Intelegensia I

Memahami hal tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa persepsi, kerangka berpikir kita tentang  Kepulauan Bangka Belitung seringkali tidak utuh sebagai daerah kepulauan yang wilayah lautnya lebih luas daripada wilayah daratnya dan masih terjebak dalam persepsi menyamakan dengan pulau besar yang wilayah daratannya lebih luas  tentunya akan memiliki implikasi yang berbeda dalam konteks kerangka berpikir untuk pengembangan pembangunan dan ekonomi sesuai dengan wujud alamiah wilayahnya.

Kerangka berpikir yang tepat tentang provinsi Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan, tentu menjadikan kita semua dapat lebih luas membuka wawasan tentang paradigma wilayah kepulauan dengan segala potensinya dan kita semua bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi, pembangunan di provinsi Bangka Belitung sesuai bidang kemampuannya masing-masing.

Mengembangkan potensi ekonomi, dan pembangunan konsep kepulauan, kelautan, kemaritiman dari pulau-pulau utama dan pulau-pulau kecil yang selama ini mungkin terabaikan harus mulai dioptimalkan dan diintegrasikan dalam konsep pembangunan dan pengembangan ekonomi kepulauan secara menyeluruh.

Baca Juga  Ketimpangan Pendidikan di Pinggiran Kota: Ketika Sekolah Kecil Bertahan Tanpa Guru dan Fasilitas

Banyak sekali potensi yang belum tergarap secara maksimal khususnya dari pulau-pulau kecil ini, yang sebenarnya menyimpan potensi kekayaan alam di daratan, kelautan, budaya, dan pariwisata yang dapat diolah menjadi sumber peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Kerangka berpikir kolektif, mulai dari pemerintah daerah setempat dan seluruh komponen masyarakat terhadap kepulauan (strategis) Bangka Belitung dimaksudkan

guna memahami kondisi dan potensi daerahnya secara holistik sebagai kepulauan, bukan sebagai pulau daratan luas sehingga akan mengarahkan tujuan harmoni kita pada fokus pembangunan dengan pengembangan potensi ekonomi berbasis kepulauan, kelautan, maritim.

Berbeda dengan pulau yang daratannya luas seperti pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, pulau besar lainnya di nusantara tentunya fokus pembangunan di darat dan pengembangan daerahnya juga berbeda disebabkan geologis dan geografis yang tidak sama. Contoh dalam bidang pertanian di pulau besar yang wilayah daratan luas di nusantara terdapat pengembangan ekonomi pangan seperti sistem pertanian (persawahan) dan lainnya yang sesuai letak geografisnya.

Potensi, provinsi Bangka Belitung dengan segala keunikannya memiliki berbagai banyak potensi seperti, sumber daya alam mineral timah, Pertanian, perkebunan khas kepulauan Bangka Belitung dan potensi besar kelautan, maritim yang luar biasa, seperti garis pantai yang panjang dan sumber daya laut yang melimpah.

Baca Juga  Hari Buku, Apa Kabar Minat Baca Kita?

Selain potensi yang telah disebutkan dan diuraikan di atas,  secara umum provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki posisi (strategis) dalam jalur perdagangan laut nasional dan internasional dikarenakan Bangka Belitung Terletak di antara Selat Karimata dan Selat Bangka, yang merupakan jalur laut penting perdagangan nasional dan internasional, penghubung Laut Jawa dengan selat Malaka, laut Natuna.

Laut, bagi masyarakat kepulauan yaitu laut bukan hanya sekedar menjadi penghidupan melalui hasil perikanan saja, tetapi juga sebagai peluang untuk pariwisata laut termasuk pantai, konservasi laut, diversifikasi ekonomi kepulauan, kemaritiman kelautan, penelitian, dan pendidikan kelautan.

Sebagai contoh, pengembangan sektor pariwisata kelautan dapat mencakup aktivitas seperti snorkeling, diving, hingga wisata pulau kecil, yang semuanya dapat meningkatkan ekonomi setempat.

Karakteristik, banyak daerah di Indonesia yang memiliki karakteristik kepulauan seperti Bangka Belitung seringkali menghadapi tantangan unik yang berbeda dari wilayah daratan besar.

Fokus pembangunan yang kurang tepat  di daerah kepulauan bisa mengakibatkan beberapa hambatan, seperti: