Alokasi Anggaran Kesehatan Capai 500 Miliaran Rupiah, Tapi Penanganan Stunting di Babel Tahun 2022 Hanya Turun 0.1 Persen, Kok Bisa?
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Efektifitas program percepatan penurunan stunting atau gizi buruk di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada 2022 hanya menyentuh 0,1 persen.
Padahal pemerintah pusat telah menggelontokan anggaran melalui APBN, yang cukup besar untuk mengentaskan angka stunting di Babel.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Babel Edih Mulyadi menyebutkan alokasi kesehatan di Babel mencapai Rp500 miliaran.
“Ya, besar. Secara total, alokasi kesehatan di Babel mencapai Rp500 miliar lebih,” kata Edih, Senin.
Pihaknya pun menyarankan kepada pemerintah di daerah untuk mengevaluasi seluruh program percepatan penurunan stunting di Babel pada 2021 lalu.
“Ternyata memang efektifitasnya kurang. Dari angka 18,06 persen ke 18,05 persen, ini turunnya 0,1 persen. Padahal target 10,38 persen. Banyangkan perlu berapa tahun untuk mengejar target tersebut,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.