“Bali?” tanya Yukari tak yakin. Yang ia ketahui hanya itu.

“Mungkin dataran tinggi di Sumatra juga keren? Air terjun? Perbukitan? Ya apapun itu yang berkaitan denga alam sungguh sangat keren! Bukan begitu, Yukari?” lanjut Linxia.

“Yeah, aku juga sudah melihatnya, jadi apa?”

Hey, disini Nayla yang sakit kepala oke? Dia kan, tuan rumah.

“Lihat vidio lagi saja, aku akan ke bawah, cari camilan, nanti kalau sudah memutuskan, katakan saja,” putus Nayla yang kemudian diangguki oleh kedua sahabatnya.

Nayla menyiapkan minuman coklat, teh, dan jus jeruk kesukaan mereka bertiga, tak lupa dengan ongseng telur hasil kreasi Nayla sendiri. Di mana telur dicampur dengan sayur-sayuran lalu tumis dengan minyak dan bawang, terakhir beri garam. Sekalian saja dibawanya cabai bubuk, karena Yukari tidak suka pedas. Namun Nayla dan Linxia suka.

“Kami sudah memutuskan!” sentak mereka berdua, ketika Nayla baru membuka pintu atap. Untung saja Nayla tidak menjatuhkan nampan. Mereka nyengir duluan.

“Jadi kemana?” tanya Nayla, berharap ke tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Karena jika sudah, betapa membosankannya itu.

Baca Juga  Serlina Nek Terbeng (selesai)

“Pertama, kita ke Bali, lalu ke Borneo, setelah itu kita langsung terbang ke Aceh, baru setelahnya kita kembali ke sini, memborong bibit magnola dan sakura. Oh, jangan lupakan tabebuya, lalu membuat desain taman, pembagian tempat, dan lain-lain,” jelas Yukari dengan bangga.

“Hanya dalam waktu 8 hari? Tidak! Jelas 7 hari dimulai dari esok, berarti aku harus menyiapkan tiket pesawat malam ini! Ya ampun, cepat! Bantu aku, Linxia, Yukari, kalian khusus mencari alamat dan tempat yang bagus untuk  menginap, atau apalah itu, aku akan menyiapkan tiket dan lainnya,” ucap Nayla setelah keluar dari keterkejutannya. Sungguh, tak pernah menyangka akan bepergian ke tiba tempat di pulau berbeda dalam waktu tujuh hari.

“Baik!” ucap mereka, jadilah, malam ini  ketiganya begadang di depan laptop masing-masing. Menyiapkan keberangkatan untuk tujuh hari ke depan, sebelum akhirnya Yukari kembali ke Jepang.

Lima hari berlalu, perjalanan bolak-balik gila mereka bertiga harusnya wajib diacungi jempol. Mengingat mereka bertiga adalah seorang gadis, tapi stamina para gadis itu masih tetap kuat. Aceh yang terberat, karena terletak di pedalaman dan pegunungan.

Baca Juga  Cara Membuat Label Email di Gmail Lebih Efisien dan Mudah

“Itu gila sekali! Hey, kita belum ke Raja Ampat loh,”  seru Yukari di pesawat, perjalanan menuju Jakarta.

“Benar-benar gila, sepertinya setelah ini aku akan tidur seharian,” lanjut Yukari dalam bahasa Jepang.

“Tidur kepalamu! Kita sehabis ini akan mendekor taman itu, kan? Kau sendiri yang bilang,” sahut Linxia dalam bahasa Chinanya

“Kalian ini bicara apa sih? Tante jadi penasaran!” Bertahan dalam lima menit, Tante yang duduk di sebelah Yukari angkat bicara, menyebabkan mereka bertiga terkikik. Lantas mengucapkan kata ‘bukan apa-apa’ dalam bahasa negara masing-masing dengan serentak. Menambah pusing Tante itu.

Sampai di bandara, langsung menuju kediaman nenek. Merencanakan dekorasi sementara bibit bunga sudah penuh di halaman nenek yang hanya geleng-geleng kepala.

“Apa kalian tidak ingin istirahat sebentar?” tanya nenek Nayla, mengetahui para gadis memiliki jadwal yang sungguh sangat-sangat padat.

Baca Juga  Jangan Lupa Bersyukur

“Tidak Nek, lusa kami harus kembali ke Jepang, nanti aku minta bantu sepupuku saja, untuk mengawasi paman-paman ini kerja,” jawab Yukari yang sudah lumayan bisa berbahasa Indonesia.

Nenek hanya mengangguk, menyetujui proyek besar-besaran cucunya.

Malam ini juga, ditemani kopi khas Aceh, para gadis beda negara itu kembali begadang di atap rumah nenek Nayla yang Nayla desain sendiri. Linxia bertugas membagi jumlah bunga, pola bunga, dan segala yang bersangkutan dengan bunga.

Sedangkan Nayla, khusus menjadi arsitektur 3 rumah dan kantor di depan taman, kantin, kolam buatan, dan lain-lain. Yukari? Jelas sekali dia bertugas mendekorasi 3 rumah tradisional, 1 kantor, kantin, lentera di jalan-jalan nanti, kursi taman, dan lain-lain.

Dengan kata lain, tugas yang dimiliki ketiganya lebih dari cukup untuk membuat mereka tidak tidur semalaman. Dan baru sempurna pagi harinya. Mereka lantas mencari toko printer spanduk dan mencetak keseluruhan proyek bertiga. Total ada 3 spanduk raksasa yang akan di pajang di lahan agar para pekerja mengetahui tata letaknya.