Karya: Yoelchaidir

Setelah tercurah habis air pada cerek yang disiram mengelilingi kapal kami, tak satu pun yang berani bicara sebagaimana yang diperintahkan Lasimin sang nakhoda kapal waktu itu.

Cukup jelas kami melihat 2 buah kapal patroli berputar mengelilingi kapal kami yang terombang ambing di hantam gelombang laut di perairan Singapura.

Namun kapal patroli sepertinya hilang sasaran hingga memutar balik haluan sebab kapal kami tak terlihat oleh mereka dengan jarak yang begitu dekat.

Itu karena curahan air dari Lasimin sang nakhoda.

Lasimin adalah salah satu nakhoda kapal penyelundup pada masa nya.

Kejadian ini berkisar pada tahun 60an yang pada saat itu usia ku belum genap 25 tahun.

Baca Juga  Sunyi Berdansa

Sebagai seorang pemuda yang hanya menamatkan sekolah rakyat pada masa itu, aku dituntut untuk berjuang menghidupi keluarga.

Lasimin adalah adik ipar yang belum lama menikah dengan saudara kandungku sendiri.