Hindari Sumpah Serapah, Begini Cara Kelola Sampah
Oleh: Agustian Deny Ardiansyah, SP.d.
Masalah sampah bukan hanya di kota, masalah sampah ternyata juga menjalar sampai ke desa. Ketika saya menyusuri jalan menuju sekolah di beberapa titik terdapat sumpah serapah tentang sampah karena dibuang di tanah orang lain.
Sumpah serapah itu mulai dari kata-kata sopan seperti awas ada CCTV atau yang sampai ekstrem menyumpai si pembuang sampah dengan kata-kata binatang, kasar, orang gila, ODGJ dll.
Oleh karena itu, penting melakukan edukasi tentang sampah bagi keluarga untuk mengurai masalah sampah dari rumah.
Edukasi sampah dari rumah tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sampah sederhana yang kita telah pahami.
Tujuannya adalah mengurangi jumlah sampah yang dibuang dan membiasakan keluarga dalam pengelolaan sampah sehingga bisa mengurai masalah sampah dari rumah.
Prinsip-prinsip pengelolaan sampah yang bisa kita terapkan sehingga dapat mengurai masalah sampah dari rumah dan terhindar dari sumpah serapah soal sampah adalah sebagai berikut:
1. Memilah Sampah Organik dan Anorganik
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memilah sampah oragnik dan anorganik. Hal itu dilakukan dengan cara menyediakan tiga tempat sampah.
Ketiga tempat sampah itu kemudian diperuntukan untuk sampah organik semisal sisa nasi, bumbu dapur, kulit buah, potongan sayur atau daging kemudian sampah an-organik yang di pilah menjadi dua tempat sampah.
Tempat sampah anorganik pertama berisi plastik keresek, bungkus plastik makanan, bumbu dapur serta rumah tangga seperti bungkus sasa, sampo, roti sedangkan tempat sampah ke dua berisi botol plastik, minuman plastik kemasan dan kaleng.
Hal itu dilakukan agar membiasakan diri kita untuk bisa membuang sampah sesuai dengan jenisnya dan memudahkan pengelolaan lanjutan sampah tersebut.
Selain itu, harapan lanjutannya adalah jika sedang berada di luar lingkungan rumah kebiasaan tersebut terus dapat dilakukan dan diterapkan.
2. Mengompos Sampah Organik
Setelah membagi sampah berdasarkan jenis, langkah kedua yang bisa kita lakukan adalah dengan mengompos sampah organik. Hal itu di lakukan dengan membuat tampungan sampah organik menggunakan ember yang bawahnya dilubangi.
Tampungan sampah organik tersebut kemudian diisi dengan sisa nasi, kulit buah, potongan sayur atau daging dan dibiarkan mengompos dengan sendirinya.
Setelah kurang lebih 1 bulan, hasil dari kompos tersebut dapat dimanfaatkan dengan ditabur di sekitar tanaman atau sebagai komposisi tambahan dalam penanaman tumbuhan produktif yang kami tanam.
