Oleh: Yudha Adinata, S.AP.

Datangnya Ramadan membawa berkah bagi usaha kecil dan menengah. Pasar Ramadan dadakan bermunculan di berbagai tempat . Di parkiran pasar, di halaman masjid, di lapangan olahraga bahkan di pinggir jalan raya sekalipun.

Aneka ragam makanan berbuka dijajakan. Bermacam minuman ditawarkan. Sungguh sangat menggugah selera bagi yang berpuasa. Terlebih bagi yang lapar mata.

Fenomena berburu takjil pun menjadi pemandangan khas Ramadan yang tidak saja diminati kaum muslimin, namun juga disenangi kaum non muslim. Terkadang mereka malah lebih sibuk berburu takjil.

Bila di hari biasa, ada makanan tertentu yang sulit didapatkan, di pasar Ramadan ini berbagai jenis makanan tersedia. Meski terkadang membuat kemacetan, namun tak menyurutkan bahagianya berburu takjil.

Baca Juga  Muhasabah Nuzul Al-Qur'an: Ayo Membaca Al Qur'an

Selain sangat membantu perekonomian rakyat kecil, pasar Ramadan ini juga tentu membuka kesempatan untuk beramal karena memudahkan orang yang berbuka puasa untuk mendapatkan makanan berbukanya.

Dari sekian pedagang dadakan tersebut, tak sedikit anak muda yang ikut memanfaatkan momen ini. Berjualan kelapa muda. Baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Hadir di setiap sudut kota dengan antusias menawarkan dagangan.

Tenaga enerjiknya tentu sangat cekatan dalam mengupas kelapa muda.  Namun ketika pembeli mendekat, tak sedikit pedagang kelapa muda itu terlihat menampilkan sikap tak simpatik. Tangannya sibuk mengupas, tapi mulutnya pun dengan terang-terangan mengisap rokok tanpa malu-malu.

Terlepas dari apapun agama sang pedagang dadakan, hal ini tentu menunjukkan sikap intoleransi. Jika dia non muslim, intoleransi antarumat beragama. Jika dia muslim, intoleransi dalam umat beragama.

Baca Juga  Dimuliakan Karena Ilmu, Pelajaran Agung dari Kisah Penciptaan Nabi Adam

Jika ia  pedagang muslim, alih-alih mendapatkan pahala amal membantu orang yang akan berbuka, maka dosalah yang akan ditanggung. Yang kemudian pada akhirnya pahala pun menguap dari rokok yang mengepul.