KPU Babel Gelar FGD Evaluasi Pilkada Serentak: Bateng dan Basel Terbaik Nasional Unggah Data

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) evaluasi dan laporan hasil penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung di Pilkada serentak tahun 2024.

Ketua KPU Babel, Husin mengatakan KPU Babel melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam FGD ini sebagai wujud komitmen KPU Babel dalam mendapatkan perspektif yang komprehensif sekakigus untuk merefleksikan dan menganalisis jalannya pesta demokrasi tahun 2024 kemarin.

“Kami di KPU Provinsi Bangka Belitung memiliki kewajiban untuk menyusun laporan evaluasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik serta bagian dari akuntabilitaa publik,” kata Husin kepada media di Pangkalpinang, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga  GM Angkasa Pura II Depati Amir Prediksi Lonjakan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri Terjadi di 17 April 2023

Ia mengatakan dalam FGD ini banyak aspek penting yang disoroti dalam Pilkada serentak 2024 lalu karena menjadi pemilu serentak pertama dalam sejarah Indonesia yang menghadirkan banyak tantangan dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Tahun 2024 menjadi sejarah baru bagi demokrasi Indonesia dalam penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah di waktu yang bersamaan. Oleh karena itu KPU dituntut untuk bekerja ekstra keras dalam memastikan semua tahapan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Dan karena itulah evaluasi ini sangat penting untuk mengidentifikasi apa yang telah berjalan baik dan area mana yang perlu perbaikan di masa mendatang,” ujarnya.

Meski banyak tantangan, KPU Bangka Belitung berhasil mencatatkan sejumlah prestasi seperti tidak adanya pemungutan suara ulang (PSU), pemungutan suara lanjutan (PSL), maupun penghitungan suara ulang.

Baca Juga  Becak Babel: Hari Bumi Harinya kita semua

“Kami sangat bersyukur bahwa tidak ada insiden signifikan seperti PSU, PSL, atau penghitungan ulang. Selain itu, kami juga bersyukur tidak ada petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia atau mengalami kejadian fatal selama proses pemilihan,” terang Husin.