Oleh: Lini Karlina, S.Si

Pendidikan harusnya menjadi salah satu solusi dalam mencegah dan mengatasi kemiskinan yang banyak disebabkan oleh kebodohan. Sebagaimana kita ketahui bersama dengan seseorang belajar di ruang kelas atau di luar kelas dia akan mendapatkan berbagai ilmu dari hasil belajarnya. Baik belajar secara teoritis maupun praktik.

Sebenarnya ilmu bisa di dapat dengan berbagai macam cara dan dimana saja. Karena pendidikan sangatlah penting bagi setiap orang dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya.

Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi.

Salah satu model yang bisa digunakan dalam pembelajaran abad 21 ini adalah Inquiry-Based learning, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi pertanyaan atau masalah melalui proses penemuan sendiri. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa memiliki kemampuan dalam bersaing, memiliki keterampilan yang nyata dan memiliki rasa ingin tahu serta mampu menganalisi sesuatu.

Baca Juga  Pencari Panggung Pilkada, Intel dan Kuli Tinta

Menurut Kemdikbud pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang dirancang untuk menghadapi perkembangan zaman dan menjawab tantangan pendidikan di era digital. Pembelajaran ini bertujuan untuk mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan berkolaborasi.

Pembelajaran yang bisa dilakukan secara berkolaborasi, diluar ruang kelas dan bisa menghasilkan suatu produk bernilai ekonomis pada pelajaran IPA salah satunya adalah pada materi Bioteknologi.

Bioteknologi adalah ilmu yang menggabungkan prinsip biologi dan teknologi yang menghasilkan barang atau jasa. Materi bioteknologi khususnya bioteknologi konvensional akan lebih efektif jika diberikan dengan metode praktikum.  Menurut Hurrahman (2011) mendefinisikan metode praktikum sebagai cara ntuk membuktikan kebenaran teori-teori konsep yang berlaku.

Contohnya penerapannya adalah pembelajaran IPA materi kelas 9 tentang praktikum membuat Yakult dan Tapai Ketan Putih. Tidak semua siswa dapat membuat Yogurt dan Tapai Ketan Putih sesuai dengan hasil pada umumnya. Adalah beberapa yang gagal seperti Yogurtnya mengeluarkan aroma terlalu tajam dan berasa pahit serta Tapai Ketan Putih yang berwarna merah.  Hal ini menyebabkan berbagai pertanyaanpun muncul dibenak siswa, seperti:

  1. Kenapa bisa ada rasa pahit?
  2. Apa yang menyebabkan susu yang awalnya cair menjadi mengental?
  3. Kenapa susu harus dipanaskan?
  4. Kenapa rasanya manis padahal tidak ditambah gula?
  5. Kenapa warnanya ada yang merah?
Baca Juga  Transformasi Pendidikan di Era Industri 4.0

Pertanyan pertanyaan yang muncul dari hasil praktikum tersebut akan menjadi sebuah pemantik proses pembelajaran yang akan membuat siswa bisa berpikir dengan kritis, hingga siswa tahu bagaimana cara mengahasilkan Yogurt dan Tapai Ketan yang dijual dipasaran.

Pembelajaran jika dilakukan dengan praktik langsung akan membuat siswa lebih termotivasi, lebih menguasi konsep dan mampu membuktikan teori-teori yang sebelumnya sempat mereka terima.

Menurut ahli, pembelajaran praktik memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

1. Membangkitkan motivasi belajar;