Mengelola Stres dalam Perspektif Islam
Oleh: Siti Rachmah Yulita, S.Sos
Sebagai hamba Allah SWT, hidup di dunia memang tak pernah luput dari ujian dan cobaan. Dunia ini memang tempatnya ujian dan cobaan dan sudah merupakan Sunnatullah yang tidak akan pernah bisa berubah. Bahkan sebenarnya baik susah ataupun senang juga termasuk ujian dari Allah. Allah SWT berfirman,
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)
Dalam ayat ini Allah Ta’ala menyampaikan bahwa cobaan yang diberikan kepadamu dalam bentuk bencana dan kesenangan itu semata mata hanya ingin melihat adakah rasa syukur yang tetap terselip dalam setiap keadaan yang kamu hadapi. Dengan ujian ini, Allah menyaring hamba-Nya, siapa hamba yang ingkar, siapa yang sabar dan siapa yang berputus asa.
Tidak banyak orang yang ketika dihadapkan dengan sebuah masalah mengidap perasaan stres. Stres merupakan sebuah kondisi yang dirasakan saat seseorang berada dalam situasi tertekan yang mengharuskannya menyesuaikan diri secara cepat ke sebuah perubahan.
Stres menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO adalah respons alami manusia, setiap orang pasti akan mengalami stres namun cara merespon stres akan menentukan kesehatan mental manusia.
Bagaimana seharusnya seorang mukmin ketika menghadapi masalah? Apakah mengeluh? Apakah berputus asa? Orang mukmin sebenarnya tidak akan pernah mengeluh apalagi stres, kenapa?
Karena orang mukmin yang bertakwa memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapi tidak akan membuatnya berputus asa dari rahmat Allah SWT. Keyakinan kuat dari mukmin sejati bahwa apapun yang Allah beri adalah yang terbaik baginya.
Mukmin yang bertakwa akan mengelola rasa stres dengan rahmat Allah (kasih sayang Allah). Rahmat Allah merupakan sifat-Nya yang menonjol dan selalu ada dalam aspek kehidupan.
