Tumbuhkan Kesalihan Lingkungan dengan War Takjil tanpa Sampah
Oleh: Agustian Deny Ardiansyah, S.Pd.
Salah satu yang menjadi fenomena ketika bulan Ramadan datang adalah banyak pasar keget yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Mulai dari buah, aneka gorengan, kue, jajanan pasar, es dan lain sebagainnya.
Berbagai makanan dan minuman yang dijual di pasar kaget tersebut kemudian disebut dengan takjil. Takjil itulah yang kemudian dicari dan diburu oleh orang-orang yang berpuasa untuk dijadikan kudapan ketika berbuka.
Akan tetapi sekitar dua tahun ke belakang atau tepatnya tahun 2023 mulai muncul istilah “war takjil” di berbagai platform media sosial. War takjil sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai berperang dalam berburu makanan untuk berbuka puasa.
Uniknya “war takjil” tidak hanya diramaikan oleh masyarakat muslim saja tetapi juga non muslim untuk berburu takjil. Jika dilihat dari sisi ekonomi war takjil memiliki dampak yang sangat besar karena dapat menggerakan UMKM dan perekonomian masyarakat lokal melalui kegiatan jual beli.
Kendati begitu, jika dilihat dari sisi lingkungan war takjil bisa berpotensi memiliki dampak buruk terhadap lingkungan.
Hal itu karena aktivitas war takjil menghasilkan berbagai macam sampah seperti kantong plastik (asoi), gelas plastik, botol plastik, styrofom dan sebagainya.
Maka dari itu penting bagi pelaku war takjil memahami dampak-dampak tersebut utamanya dampak lingkungan, karena lingkungan adalah salah satu harta yang akan kita wariskan pada anak cucu kita kelak.
War Takjil sebagai Ajang Kesalihan Lingkungan
Oleh karena itu selain meningkatkan kesalihan sosial, kita juga harus memiliki kepekaan “kesalihan lingkungan” di bulan Ramadan di tahun 2025 ini.
Kesalihan lingkungan adalah cara kita sebagai makhluk bumi untuk sama-sama merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai bagian dari pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT.
Atas hal tersebut berikut beberapa Langkah yang bisa kita terapkan untuk menumbuhkan “kesalihan lingkungan” melalui war takjil tanpa sampah.
Membawa Wadah Kue (Snack Bag) Sendiri
