Oleh: Hari Aprizal

Ramadan hampir usai. Bulan penuh keberkahan ini semakin mendekati penghujung, menyisakan 10 malam terakhir yang begitu istimewa. Inilah waktu di mana Allah SWT melipatgandakan pahala, membuka pintu ampunan, dan memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Di malam-malam ini, Rasulullah Saw semakin giat beribadah. Aisyah RA berkata:

“Ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Nabi SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Masjid-masjid kembali ramai dengan orang-orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada yang beri’tikaf, ada yang memperbanyak zikir, ada pula yang larut dalam doa dan tangisan penyesalan. Semua berlomba-lomba meraih keberkahan sebelum Ramadan benar-benar pergi.

Baca Juga  Belajar Bersyukur dari Setiap Keadaan

Namun, di sisi lain, suasana di luar masjid justru mulai berbeda. Jika di awal Ramadan banyak yang bersemangat untuk beribadah, kini banyak yang sibuk menyambut lebaran. Pusat perbelanjaan penuh sesak, jalanan macet, dan orang-orang lebih sibuk mencari baju baru, kue lebaran, atau tiket pulang kampung.