Oleh: Rivan, S.Pd.

Bulan Ramadan ialah bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Bagaimana tidak? Pada bulan Ramadan semua pintu pengampunan terbuka lebar, pahala dilipatgandakan, dibukanya pintu surga, terdapatnya malam Lailatul Qadar, dan banyak waktu mustajab untuk berdoa.

Lebih menarik lagi, saat kita cermati rangkaian ayat yang membicarakan tentang puasa di Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 184-187, ada satu ayat khusus yang membahas tentang doa. Ayat tersebut terletak pada ayat ke 186.

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” Menurut para ulama, ayat ini seakan menjadi isyarat tentang betapa pentingnya kedudukan berdoa di Bulan Ramadan.

Baca Juga  Tertimpa Musibah Atau Bencana, Baca Doa Qunut Nazilah Untuk Pertolongan Allah SWT

Di antara waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan ialah waktu sepertiga malam terakhir, waktu antara adzan dan iqamah, saat malam lailatul qadar, waktu turun hujan dan sebelum membatalkan puasa.

Jadi, sangat disayangkan sekali kita mendapatkan kuota di waktu yang mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan, tetapi tidak digunakan kuota itu.

Kita tahu bahwasanya berdoa merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meminta pertolongan dalam berbagai ujian kehidupan.

Rasullullah Saw bersabda yang Artinya: “Doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. [HR. Abu Ya’la]. Maka orang beriman yang tak berdoa, sama seperti orang masuk hutan yang tak bersenjata. Ia akan diterkam oleh harimau, dicabik-cabik tubuhnya oleh serigala.

Baca Juga  Fenomena Gengsi Selama Idulfitri: Antara Syukur dan Konsumtif

Hadis lain juga menyebutkan bahwa: “Doa itu adalah otaknya (inti) ibadah”. [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi]. Orang-orang yang rajin beribadah tapi tidak mau berdoa, dia adalah orang-orang yang sombong. Jangan pernah engkau sepelekan doa, ingatlah para nabi dan rasul terdahulu.

Bukankah Nabi Ayyub as sembuh dari penyakit kulitnya karena “Doa”. Nabi Musa as mampu membelah lautan dan mengalahkan pasukan Firaun pun karena “Doa”.

Nabi Ibrahim as bapaknya para Nabi merasakan dinginnya kobaran api pun karena “Doa”. Nabi Zakaria as memiliki anak di usia lanjut pun karena “Doa”. Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun pun karena “Doa”.

Baca Juga  Perbedaan Pendapat Para Ulama dalam Jumlah Rakaat Tarawih