Oleh: Tanti Tiara Nabila – Mahasiswi Universitas Bangka Belitung

Pada saat ini digitalisasi telah merebak, bukan hanya di suatu wilayah namun seluruh penjuru dunia. Kemudian semakin berkembang menjadi penunjang kehidupan manusia seiring dengan  perkembangannya zaman.

Memangnya digitalisasi itu apa? Digitalisasi adalah suatu perubahan cukup signifikan yang terjadi dari bentuk fisik menjadi digital.

Kata ini merujuk kepada teknologi yang mulai berevolusi secara bertahap pada tahun ke tahun, sehingga menciptakan suatu inovasi yang diharapkan dapat memudahkan pekerjaan serta merealisasikan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaannya yang mulai bertambah pada tahun ke tahun, tentu menjadi bagian dari perkembangan digitalisasi.

Berawal dari lingkup kecil seperti gadget yang sering kita gunakan serta digenggam dimana saja dan kapan saja yang menjadi  semakin mutakhir bagi kalangan pada eranya.

Baca Juga  Peran Ekologi dan Tantangan Konservasi Gajah Kalimantan

Semakin laju nya zaman, tak terasa kita telah hampir memasuki masa society 5.0 dengan berbagai teknologi digitalisasi luar biasa yang dihantarkan perusahaan tiap negara untuk berlomba lomba menjadi ciptaan yang terbaik.

Seperti penggunaan robotik yang kini mampu menunjang kehidupan manusia dalam berbagai bidang serta kelajuan teknologi Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kian menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi pemakainya. Namun bagaimana teruntuk manusia yang tidak bisa menyelaraskan perkembangan yang terus maju ini?

Kelajuan teknologi ini pada dasarnya tidak dapat dihentikan, akan tetapi penerapan yang terjadi oleh penggunanya yang kadang kala tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Mari kita sejenak mundur ke generasi sebelumnya, seperti generasi X.

Baca Juga  Tuntutan Nafkah dalam Perkara Cerai:  Siapakah yang Wajib Menerima Hak?

Di mana generasi ini cenderung masih minim dalam memahami jejak teknologi dikarenakan pengalihan zaman mereka dahulu yang kadang masih sulit diterima dengan kondisi sekarang.

Tentu ingin akan cukup berdampak pada penggunaan website mencurigakan atau aksi penipuan yang mulai transparan banyak dilakukan. Minimnya literasi membuat generasi X akan cukup rentan terkena berbagai bentuk manipulasi yang disebabkan digitalisasi.

Banyak pula dari mereka dengan cepat menerima berita hoax dan sulit membedakan video yang sengaja diubah ataupun menggunakan AI yang jauh dari kebenaran.

Kurangnya kemampuan menangkap kecanggihan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sebagian banyak dari mereka yang gugur dalam persaingan dunia kerja yang kini banyak  berbasis digital. Tentu itu akan menghambat siklus personalia yang akan berakibat banyak munculnya pengangguran dan kesenjangan sosial.

Baca Juga  Aturan ASN Work From Anywhere Tuai Kritikan: Antara Fleksibilitas dan Efektivitas

Banyak dari mereka berpikir jika teknologi bukan sesuatu yang diutamakan untuk menunjang kehidupan manusia. Karena sebagian dari mereka masih berpegang teguh kepada aktivitas-aktivitas dahulu yang bersifat manual daripada digital.

Memang pada dasarnya, manual dapat digunakan kapan saja tanpa harus mengandalkan alat tambahan untuk mengerjakan sesuatu. Sehingga itu salah satu penyebab kenapa generasi X tidak terlalu aktif dalam penggunaan teknologi.