Oleh: Reza Amelda, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Perkembangan teknologi digital pada saat ini melaju sangat pesat, dan Generasi Z menjadi garda terdepan dalam menggunakannya. Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi-teknologi digital pada saat ini, kini menjelma menjadi aktor utama dalam siklus ekosistem digital Indonesia.

Mulai dari media sosial hingga kecerdasan buatan (AI), kehidupan Gen Z nyaris tak terpisahkan dari dunia digital. Namun, yang menjadi pertanyaannya adalah: apakah derasnya arus digital ini dapat membawa Indonesia menuju kejayaan atau Indonesia Emas pada tahun 2045, atau sebaliknya justru malah menyeretnya ke jurang kecemasan dan keterasingan sosial?

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa digitalisasi ini membawa banyak sekali manfaat. Para Generasi Z tumbuh dengan difasilitasi kemudahan dalam mengakses informasi yang luas, kemampuan multitasking yang tinggi, serta potensi ekonomi digital yang luar biasa.

Baca Juga  Jangan Biarkan Layar Jadi Tameng untuk Pelecehan Seksual

Startup berbasis teknologi, content creator, hingga pelajar yang memanfaatkan platform belajar daring. Itu semua adalah contoh nyata serta dampak positif bagaimana digitalisasi bisa mempercepat kemajuan bangsa.

Dan digitalisasi juga membuka peluang besar. Para Gen Z dapat  menjadi penggerak ekonomi digital serta pelopor inovasi. Banyak anak muda yang sukses membangun bisnis rintisan berbasis teknologi, menjadi pembelajar mandiri lewat platform digital, serta menyuarakan aspirasi melalui media sosial.

Namun, di balik banyak nya dampak tersebut, pasti juga mempunyai dampak negatif dari perkembangan digitalisasi tersebut. Misalnya, bisa berpotensi menyebabkan ketergantungan pada gawai yang membuat interaksi sosial menurun, karena lebih terfokus pada perangkat masing-masing, dan bahkan terkadang kita melewatkan momen penting atau berharga dalam hidup kita, kehilangan rasa kebersamaan, melemahnya jiwa sosial, akibat dari lebih terfokus pada gawai masing-masing.

Baca Juga  Anak-Anak di Kolong Tambang: Masa Depan Bangka Belitung yang Terabaikan