Formatuer HMI Babel Kritik Keras Dugaan Pembiaran Perusahaan Sawit Ilegal di Basel
Formatuer HMI Babel Kritik Keras Dugaan Pembiaran Perusahaan Sawit Ilegal di Basel
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Formatuer/ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung, Vahren Aliarsyd, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang dinilai melakukan pembiaran terhadap aktivitas perusahaan sawit ilegal di wilayah Bangka Selatan.
Ia menegaskan bahwa dampak dari aktivitas ilegal ini sudah sangat nyata dirasakan, terutama oleh masyarakat petani sawah di Desa Rias.
Dalam keterangannya kepada awak media, Vahren menyebut bahwa aktivitas pembukaan lahan dan ekspansi perkebunan sawit yang tidak memiliki izin sah telah menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan terhadap sistem irigasi, hingga mengancam mata pencaharian para petani lokal yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, khususnya sawah.
“Kami mengecam keras dugaan pembiaran terhadap perusahaan sawit ilegal di Bangka Selatan, khususnya di wilayah sekitar Desa Rias. Ini bukan lagi soal pelanggaran administrasi biasa, tetapi pelanggaran yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil. Para petani sawah di Desa Rias kini berada dalam situasi sulit: aliran air terganggu, lahan menjadi rusak, dan hasil panen menurun drastis”. tegas Vahren.
Desa Rias merupakan salah satu kawasan sentra pertanian di Bangka Selatan. Vahren mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, masyarakat desa tersebut mengalami kesulitan akibat pembukaan lahan sawit yang tidak terkendali dan diduga dilakukan tanpa izin resmi.
“Air sungai yang biasa digunakan untuk mengairi sawah kini tercemar dan tersumbat akibat sedimentasi dari aktivitas perusahaan sawit. Tidak hanya itu, hutan penyangga yang selama ini menjaga keseimbangan ekosistem juga ditebang tanpa kendali”. jelasnya.
