Teruntuk Caca

Oleh: Hening Cahaya

Rintik hujan selalu kembali.
Membagi cerita dalam kenangan. Pada keringnya suara hati.
Menggigil di antara ranting-ranting gang Pemali.
Pada wajah lama, hadir lewat mimpi tengah malam.

Lesu membisu menatap ragu. Seperti tidak saling kenal.
Pada tatapan tajam mata hatimu, penuh rasa benci.

Baca Juga  Pantun: September musim ape?