Fenomena “Burnout” di Kalangan Pendidik
Fenomena “Burnout” di Kalangan Pendidik
Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Bangka Selatan
Dewasa kini, beberapa oknum di kalangan pendidik cenderung mengalami fenomena yang disebut dengan burnout. Beberapa indikator pendidik yang mengalami burnout adalah kurang semangat dan kurang termotivasi untuk bekerja, kurang energi dan gairah untuk mengajar, lesu, temperamen dan mudah marah atau tersinggung, mudah stres dan frustasi dan lain sebagainya.
Fenomena ini menimpa beberapa oknum pendidik di berbagai satuan pendidikan yang disinyalir disebebkan oleh beberapa faktor seperti: Beban kerja yang terlalu berat dan berlebihan, tekanan dari berbagai sisi, kurangnya apresiasi dan motivasi, lemahnya iman dan takwa, istirahat dan olahraga tidak teratur dan lain sebagainya.
Seorang pendidik yang memiliki beban kerja yang terlalu berat cenderung akan mengalami fenomena burnout. Beban kerja tersebut misalnya beban kerja selain mengajar seperti tugas tambahan yang berlebihan atau bahkan pekerjaan sampingan lainnya. Hal ini menyebabkan pendidik tersebut akan mengalami kelelahan yang berlebihan dan tidak punya energi untuk mengajar.
Penyebab fenomena burnout selanjutnya adalah pendidik yang mendapatkan tekanan dari berbagai sisi kehidupan. Baik tekanan dari pimpinan, rekan sejawat, keluarga, masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga, pendidik tersebut akan mengalami stres dan frustasi yang berlebihan.
Kurangnya apresiasi dan motivasi dapat menyebabkan seorang pendidik masuk dalam fenomena burnout. Apresiasi dan motivasi tersebut dapat berasal dari pimpinan, rekan sejawat, lingkungan sosial masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga, pendidik tersebut tidak punya semangat dan gairah untuk mengajar.
Penyebab berikutnya seorang pendidik mengalami burnout diakibatkan oleh lemahnya iman dan takwa. Sehingga dampaknya adalah pendidik tersebut akan mudah emosi dan marah dan tidak memiliki sikap sabar serta jauh dari akhlak terpuji. Faktor lainnya seorang pendidik mengalami fenomena burnout ialah istirahat dan olahraga tidak teratur.
Seorang pendidik yang tidur larut malam, ketika mengajar akan merasa ngantuk secara berlebihan. Demikian pula dengan pendidik yang jarang berolahraraga. Jasmani dan rohaninya akan terganggu dan tidak stabil.
Menurut hemat penulis, fenomena burnout di kalangan pendidik sangat merugikan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan. Peserta didik akan mengalami penurunan prestasi belajar serta mutu pendidikan akan terancam. Beberapa upaya untuk mencegah dan menangani fenomena burnout di kalangan pendidik antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pembagian Tugas yang Berkeadilan
