Rektor Unmuh Babel Soroti Kasus Perambahan Hutan di Desa Pergam: Fordas akan Lakukan Kajian
Rektor Unmuh Babel Soroti Kasus Perambahan Hutan di Desa Pergam: Fordas akan Lakukan Kajian
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Kasus perambahan hutan di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sorotan publik.
Aktivitas pembukaan lahan tanpa izin yang berpotensi merusak sumber daya air di wilayah tersebut.
Perhatian terhadap kasus ini juga datang dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng. IPM., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Bangka Belitung, memberikan pandangan akademis sekaligus kritis terhadap persoalan ini.
Menurut Rektor, aktivitas perambahan hutan tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan vegetasi, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sekitar.
“Hutan di sekitar Desa Pergam memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Begitu hutan dirambah tanpa kontrol dan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan, maka siklus hidrologi akan terganggu, sumber air menurun, dan potensi bencana ekologis seperti banjir serta kekeringan meningkat,” ujar Fadillah, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa Fordas Babel telah menggelar rapat terbatas untuk menindaklanjuti persoalan ini secara mendalam. Rencananya, akan dibentuk tim kajian lintas sektoral yang melibatkan akademisi, BPDASHL, Balai Wilayah Sungai, serta Fordas Bangka Selatan.
