Pentingnya Menanam Kesadaran Peduli Lingkungan Sejak Dini

Oleh: Mona Novella – Mahasiswi Universitas Bangka Belitung

Bangka Belitung adalah pulau yang penuh dengan kekayaan sumber daya alamnya, namun sumber daya alam yang paling mencolok hingga mendunia adalah Timah. Bangka Belitung adalah penghasil timah terbesar di Indonesia dan keempat terbesar di dunia.

Tidak hanya itu, Bangka Belitung masih memiliki cadangan timah sebesar 91% yang menjadikannya sebagai pulau dengan cadangan timah terbesar di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, tambang timah telah berkontribusi besar pada peningkatan ekonomi Bangka Belitung dari penyediaan lapangan pekerjaan hingga mendorong bisnis pendukung seperti logistik, penyedia alat berat dan warung makan sebagai tempat konsumsi.

Baca Juga  UBB Dorong Kreativitas Guru MI Air Mesu Bangka Tengah Lewat Pelatihan Ecoprint

Di level nasional, tambang timah Bangka Belitung telah memberikan pendapatan yang besar bagi Indonesia, karena timah di ekspor ke berbagai negara, seperti Tiongkok, Singapura, dan India. Namun di balik, keuntungan ekonomi yang didapatkan, dampak buruk yang timbul akibat tambang timah tidak kalah besarnya.

Bangka Belitung kehilangan biodiversitasnya, kesuburan lapisan tanah, erosi, tanah dan air menjadi beracun, dan timbul konflik sosial antar warga, perusahaan, dan imigran. Selain itu, dampak besar yang terjadi pada generasi muda adalah pergeseran pola pikir.

Banyak dari generasi muda yang merasa bahwa tambang timah lebih menghasilkan uang ketimbang menimba pendidikan setinggi mungkin, oleh karena itu banyak remaja di Bangka Belitung yang memilih untuk putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga  OTT Pejabat Negara, Momentum Menata Negara Lebih Baik

Akibatnya tingkat pendidikan masih rendah di Bangka Belitung dan berujung pada kemiskinan yang struktural. Keberadaan tambang timah memanglah penting namun pelaksanaannya perlu diawasi dengan ketat oleh pemerintah supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan dan konflik dalam prosesnya.