Membangun Kesejahteraan Rakyat di Tengah Ancaman Banjir Bandang dan Rusaknya Tata Kelola SDM
Membangun Kesejahteraan Rakyat di Tengah Ancaman Banjir Bandang dan Rusaknya Tata Kelola SDM
Oleh: Asri Novi Purnama Sari — Mahasiswa S2 Universitas Bangka Belitung
Kesejahteraan masyarakat Indonesia ialah cita-cita yang tidak pernah surut dari ruang diskusi publik, kebijakan pemerintah, hingga menjadi topik hangat perdebatan ilmiah. Selama bertahun-tahun, pemerintah telah meluncurkan berbagai program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan untuk memastikan bahwa masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.
Namun, kenyataannya kesejahteraan tidak hanya sekadar angka dalam statistik atau laporan pemerintah. Kesejahteraan adalah kondisi yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk keamanan, perlindungan sosial, lingkungan yang sehat, kepastian untuk hidup, serta peluang untuk bekerja dan berkembang.
Ironisnya, kesejahteraan msyarakat Indonesia masih terancam oleh berbagai risiko besar, terutama yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan dan manajemen sumber daya alam. Banjir bandang yang kembali melanda berbagai daerah di Sumatera menjadi bukti nyata bahwa kesejahteraan tidak hanya tergantung pada program ekonomi dan sosial, melainkan juga pada keberlanjutan ekologi dan kualitas pengelolaan sumber daya manusia yang bertanggung jawab, mengelola, dan menegakkan peraturan yang berhubungan dengan lingkungan.
Banjir bandang yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem atau fenomena alam semata. Banyak laporan menunjukkan bahwa banyak kejadian tersebut dipicu oleh tindakan beberapa pihak yang secara ilegal mengeksploitasi alam, seperti penebangan hutan, penambangan tanpa izin, hingga pembukaan lahan yang tidak teratur.
Kerusakan dalam pengelolaan ini merusak keseimbangan ekologis dan menghancurkan dasar kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu penting untuk meneliti kembali hubungan antara kesejahteraan masyarakat, tindakan individu tertentu, dan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan sumber daya alam serta lingkungan.
Kesejahteraan Rakyat dan Tantangan Struktural
Kesejahteraan msyarakat adalah konsep yang memiliki banyak dimensi, dimulai dari aspek ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan, sampai ke psikologis. Di Indonesia, perkembangan selama beberapa dekade telah menghasilkan kemajuan yang signifikan, seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, dan penguatan infrastruktur.
Namun, kesejahteraan tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan lingkungan yang baik dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Ketika bencana ekologis seperti banjir bandang dan longsor terjadi, masyarakat yang kurang mampu selalu menjadi kelompok yang paling terpengaruh.
Mereka kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, akses air bersih, bahkan anggota keluarga. Dalam konteks tersebut, kesejahteraan bukan hanya mengenai program pemerintah, tetapi juga bagaimana negara, masyarakat, dan individu masing-masing menjaga lingkungan yang merupakan penopang kehidupan. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera telah menjadi salah satu daerah yang paling sering mengalami bencana banjir bandang.
Setiap kali kejadian ini terjadi, narasi yang muncul biasanya mengarah pada curah hujan yang sangat tinggi. Namun setelah diselidiki lebih jauh, masalah utamanya terletak pada penebangan hutan yang berlebihan, penebangan liar, aktivitas penambangan ilegal, dan pengalihan fungsi lahan yang dilakukan oleh segelintir individu yang sedang “kerasukan” kepentingan pribadi.
Uangkapan “kerasukan” bukan sekadar istilah emosional, tetapi merupakan gambaran tepat mengenai bagaimana sebagian pihak melupakan nurani, etika, dan hukum. Dorongan ini adalah bentuk keserakahan modern, yang melihat hutan hanya sebagai sumber ekonomi, bukan sebagai penopang kehidupan bagi jutaan penduduk. Ketika hutan hilang, kemampuan untuk menyerap air menjadi menurun drastis, struktur tanah menjadi rentan, dan aliran sungai tidak lagi mampu menampung volume air yang mengalir.
Sayangnya, beberapa aktivitas illegal beroperasi dengan dukungan individua atau kelompok tertentu yang meraih keuntungan dari kegiatan tersebut. Inilah penyebab kerusakan yang tidak kunjung selesai. Ketika ekonomi jangka pendek bagi oknum dianggap lebih penting daripada keselamatan jangka panjang masyarakat, bencana alam menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Dalam perspektif kesejahteraan, kerusakan lingkungan menjadi ancaman secara langsung. Ada beberapa dampak yang perlu dipahami dengan cermat:
- Kerugian Ekonomi Masyarakat
Setiap banjir bandang terjadi, selalu muncul kerugian ekonomi baik dalam skala rumah tangga maupun komunitas. Petani kehilangan tanah serta hasil panennya, pedagang kehilangan tempat usaha, pekerja kehilangan akses kelokasi kerja. Bahkan pemerintah daerah harus mengeluarkan anggaran besar untuk perbaikan dan rekonstruksi. Kesejahteraan ekonomi masyarakat yang sudah rentan menjadi semakin terancam.
- Krisis Kesehatan
Air yang tidak bersih, penumpukan sampah, dan kerusakan fasilitas kesehatan sering menjadi penyebab munculnya berbagai penyakit pasca bencana. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat dan mengancam kelompok rentan seperti balita, orang tua, dan ibu hamil.
- Ketidakpastian Hidup
Kesejahteraan juga mencakup rasa aman. Ancaman banjir yang terus-menerus menciptakan ketidakpastian dalam hidup. Ketika masyarakat harus selalu Bersiap menghadapi bencana, maka produktivitas dan kualitas hidup akan terjadi penurunan.
- Penurunan Kualitas Pendidikan
Bencana sering merugikan sekolah, jembatan, dan akses pendidikan. Anak-anak yang terganggu proses pendidikannya akan menghadapi penurunan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
- Eksodus dan Migrasi Terpaksa
Sebagian masyarakat memilih untuk meninggalkan tempat tinggal mereka karena tidak mampu lagi bertahan di tengah ancaman bencana. Hal ini memicu migrasi paksa yang mengganggu tatanan sosial dan ekonomi setempat.
Konsep kesejahteraan Sumber Daya Manusia menekankan bahwa kesejahteraan individu tidak semata-mata diukur dari pendapatan, tetapi juga dari kesehatan mental, keamanan kerja, lingkungan hidup yang bersih dan sehat, serta kesempatan untuk berkembang. Dalam konteks sebuah negara, Sumber Daya Manusia yang berkualitas menjadi fondasi pembangunan, karena tanpa Sumber Daya Manusia yang beretika, terampir, dan berintegritas, kebijakan apapun tidak akan berhasil.
Kaitannya dengan banjir bandang di Sumatera sangat jelas. Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan penebang pohon, melainkan juga kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang mengelola sumber daya alam. Apabila Sumber Daya Manusia yang bertanggung jawab menjaga hutan dan menegakkan hukum tidak memiliki integritas, maka sistem pengawasan tidak bekerja dengan baik.
