Oleh: Hening Cahaya
(untuk dr rosalin)

Hujan, maumu apa
Tidak henti hentinya turun
Menggigilkan kehidupan
Memporak porandakan langkah
Pada jalan jalan tak bernyawa
Tergenang air meleber ke wajah wajah duka
Muncrat air comberan genangan kenangan

Aku jadi teringat adikku yang super sibuk
Mabuk menampari mukaku
Bawa mobil ciprati wajahku basah air comberan
Lalu tersenyum sinis

Diam aku di pinggiran emperan toko simpang jurung
Terbayang wajahmu songong di dalam mobil
Dendam menatapku penuh amarah
Gerah berkepanjangan tanpa batas

Baca Juga  WhatsApp