Akhlak Anak Tergerus Zaman: Refleksi Peran Orang Tua dan Guru dalam Membentuk Karakter

Oleh: Fahri juned Alfarisy, M.Pd. — Tenaga Pengajar SDN 1 Sungaiselan, Bangka Tengah

Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi yang semakin dahsyat, ada hal penting yang menjadi sorotan yaitu akhlak anak-anak saat ini dimana perubahan gaya hidup, kemudahan akses teknologi dan informasi tanpa batasan yang membuat anak zaman sekarang memiliki perbedaan dengan anak zaman sebelumnya.

Fenomena yang sering dijumpai ialah menurunnya sopan santun, rendahnya empati serta lunturnya rasa hormat kepada guru dan orang tua, Hal ini tentunya menjadi sorotan penting bagi guru dan orang tua. situasi ini menuntut refleksi mendalam tentang peran dua figur penting dalam pembentukan karakter anak, yaitu orang tua dan guru.

Baca Juga  Mengenal Pantang Larang (5)

Keluarga adalah tempat pertama di mana anak belajar untuk mengenal dunia. Sebelum anak memahami konsep sekolah atau media sosial, ia telah menyerap berbagai nilai dari orang tuanya. Namun, modernitas menghadirkan tantangan besar bagi keluarga. Banyak orang tua yang semakin sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas pribadi, sehingga waktu berkualitas yang dihabiskan bersama anak semakin berkurang.

Padahal, pendidikan akhlak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga keteladanan yang nyata. Anak-anak melihat dan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua mereka. Ketika orang tua menunjukkan sikap sabar, jujur, disiplin, dan penuh kasih sayang, nilai-nilai tersebut akan tertanam dengan kuat dalam diri anak. Sebaliknya, ketika orang tua lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik atau menunjukkan perilaku negatif, anak pun dapat meniru perilaku tersebut tanpa disadari.

Baca Juga  Asak Kawa Pasti Pacak dari Sektor Pertambangan Move On ke Pariwisata