Karya: hendraone habang

Kemari…
Mendekatlah…

Sebentar saja, sebentar saja, hanya sebentar…
Pinjamkan kepadaku telinga hatimu
Izinkan diriku mengusiknya dalam bisik
Di sana ada pintu yang semu
Pintu ruang berkumpulnya intrik

Telinga…

Kutaburi dirimu dengan syair
Kusuguhi dirimu dengan misik
Kubelai dirimu dengan satire
Kugelari dirimu dengan retorik

Telinga…

Dengar nada lembut ini
Dengar irama syahdu ini
Dengar ketukan indah ini
Dengar bisikan makna ini

Baca Juga  Awan dan Cerita-Cerita Malam