oleh Ustad Abdussalam Alghozali

HIKMAH RAMADHAN, Suasana lebaran sudah mulai terasa saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan.  Pasar mulai ramai dengan berbagai jenis macam barang dan makanan. Ibu-ibu rumah tangga mulai sibuk membuat berbagai macam kue.

Perantau tidak kalah sibuk untuk persiapan mudiknya. Hal yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Ada juga segelintir orang yang masih duduk di sudut-sudut masjid menyelesaikan tilawah, masih mencoba mengejar target Ramadhan yang belum terpenuhi.

Ramadhan mengajarkan kita tentang keistiqomahan. Baru kemarin rasanya kegembiraan menyambut Ramadhan, tanpa terasa hanya menyisakan beberapa hari lagi. Yang berarti kita akan berpisah dengannya.

Tanpa ada kepastian untuk bisa berjumpa dengannya. Hal apa yang harus dilakukan saat sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Baca Juga  Cegah Panas Dalam Saat Puasa dengan Cara Ini

Pertama, bersungguh-sungguh beibadah melebihi hari biasanya. Sayyidah Aisyah RA. menjelaskan bagaimana aktivitas Nabi di malam-malam terakhir ramadhan. ”Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut” (HR. Muslim).

Ibarat sebuah turnamen, awal ramadhan adalah babak penyisihan yang masih banyak pesertanya, kita melihat masjid mulai ramai pada awal-awal Ramadhan.

Fase kedua adalah babak perempat final dimana sudah mulai banyak yang berguguran. Sedangkan akhirnya adalah babak final yang hanya menyisakan dua peserta, pertanda hanya menyisakan yang istiqomah beribadah.

Semakin tinggi maka semakin besar pula ganjaran pahalanya. Maka Rasul memberikan contoh bagaimana seharusnya beribadah di akhir-akhir Ramadhan. Kembali di riwayatkan dari ummul mukminin sayyidah aisyah Ra.

Baca Juga  Zakat, Ibadah Penyempurna di Bulan Ramadhan

Sesungguhnya Rasul, jika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah) , menghidupkan malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Rasul memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan hal yang serupa saat memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. beliau mengencangkan ikat pinggangnya dan fokus beribadah.

Bahkan menghidupkan malam-malam melebihi malam biasanya. Bagaimana dengan kita, seandainya belum bisa melaksanakan semua, jangan pernah meninggalkan semuanya.  Lebih banyak lagi sholat yang didirikan, tilawah makin diperbanyak, dan juga ibadah yang lainnya.