Bangka Belitung Inflasi Terendah Ketiga Nasional
Bangka Belitung Inflasi Terendah Ketiga Nasional
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Februari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,64% (mtm) dan secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,31% (yoy).
Angka inflasi tahunan tersebut masih berada di sasaran target inflasi nasional yakni 2,5±1%, serta lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 4,76% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, Babel tercatat sebagai daerah dengan inflasi terendah ketiga se-nasional.
Secara bulanan, deflasi disebabkan oleh penurunan harga komoditas sawi hijau, aneka ikan segar, dan cabai rawit. Sedangkan secara tahunan, inflasi di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didorong oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 19,46% (yoy) utamanya disumbang oleh tarif listrik.
Hal ini disebabkan oleh baseline tarif listrik pada bulan Februari 2025 yang lebih rendah akibat pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% untuk pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA.
Selain itu, dorongan inflasi tahunan juga disebabkan oleh komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga global ditengah ketidakpastian geopolitik, serta harga komoditas cumi-cumi yang relatif masih tinggi pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus bersinergi dan berkomitmen dalam menjaga stabilitas inflasi khususnya yang bersumber dari pangan (volatile foods).
