Board Of Peace: Manuver Amerika Melenyapkan Palestina
Board Of Peace: Manuver Amerika Melenyapkan Palestina
Oleh: Nurul Aryani — Aktivis Dakwah Islam
Board Of Peace (BOP) yang diinisiasi Presiden Amerika Donald Trump menjadi salah satu manuver jahat untuk menghentikan perjuangan rakyat Gaza, Palestina dan mengambil alih total Gaza yang sekian dekade tidak bisa tunduk pada zionis. Ironisnya, badan “tandingan” PBB buatan Trump ini menggunakan kata “Perdamaian” padahal pada saat yang sama tangan Trump justru berlumur darah rakyat Gaza. Trump atau Amerika telah secara nyata terlibat dalam genosida Palestina dengan menjadi mitra Zionis Israel. Mereka secara terang-terangan mengakui memberikan bantuan militer dengan jumlah fantastis sebagai komitmen dukungan atas perbuatan biadab Israel.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Sabtu bahwa ia telah menandatangani deklarasi untuk mempercepat pengiriman bantuan militer sekitar 4 miliar dolar AS ke Israel. Ia menambahkan bahwa pihaknya “akan terus menggunakan semua cara yang ada untuk memenuhi komitmen jangka panjang Amerika terhadap keamanan Israel, termasuk cara untuk melawan ancaman keamanan.”
Dalam serangkaian pemberitahuan yang dikirim ke Kongres Jumat malam, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya telah menandatangani penjualan lebih dari 35.500 bom MK 84 dan BLU-117 serta 4.000 hulu ledak Predator senilai 2,04 miliar dolar AS. (Republika, 03/03/25)
Donald Trump dalam pidatonya di Knesset juga secara jujur mengungkapkan bahwa AS memiliki senjata terbaik, dan “sejujurnya, kami telah memberikan banyak senjata kepada Zionis Israel.” Trump juga menjabarkan bahwa Perdana Mentri Zionis Benyamin Netanyahu berulang kali menelponnya untuk meminta berbagai senjata dan Amerika dengan senang hati menyediakan senjata tersebut. (Islamtimes.com, 14/10/25)
Kita harus mengawali pembahasan BOP dari keterlibatan Amerika dalam penjajahan di Palestina. Amerika adalah penjahat perang yang telah banyak membuat pertumpahan darah di berbagai negara seperti Afganistan, Irak, Yaman, Sudan, Vietnam dan tidak terkecuali Palestina. Adanya BOP yang diinisiasi Amerika memiliki tujuan yang jelas bahwa mereka ingin menghabisi Palestina dan perjuangan di Gaza. Ini sebagai komitmen Amerika dalam memelihara “Anak Emas” nya yakni Zionis.
Bahaya Board Of Peace
Board of peace ditujukan untuk mengelola transisi Gaza pasca konflik dan menjaga stabilitas keamanan. Terdengar mulia, namun faktanya dalam BOP pihak Palestina sebagai pemilik sah tanah Gaza justru tidak dilibatkan dan malah melibatkan Israel yang jelas sebagai penjajah dan penggenosida. BOP alih-alih fokus pada perdamaian justru struktur dan kewenangannya malah mempertunjukkan ingin mengambil alih Gaza dan membangun ulang Gaza sesuai kehendak mereka.
New Gaza yang ingin mereka bangun menjadi kota modern justru diawali dengan keinginan melucuti senjata para pejuang/mujahidin dan menjadikan Gaza dibawah otoritas mereka. Artinya, mereka ingin menguasai Gaza dan mengatur Gaza sesuai kehendak mereka dengan melucuti senjata mujahidin. Sebuah manuver picik yang biasa dilakukan Amerika sebagai negara penjajah kelas kakap.
BOP yang sejak awal dikendalikan Amerika dan menetapkan Trump sebagai ketua seumur hidup memiliki setidaknya beberapa bahaya yang perlu dibahas:
Pertama, BOP menghendaki pelucutan senjata mujahidin (ha-mas) yang selama ini gigih memperjuangkan tanah suci Al-Quds. Dengan melucuti senjata pejuang -dibantu negara muslim yang bergabung- akan mematikan perlawanan rakyat Palestina dalam melawan Zionis. Ini artinya mematikan jihad yang diwajibkan Allah. Tentu hal demikian justru akan memudahkan Zionis menguasai Gaza yang selama ini tidak dapat mereka tundukkan.
Kedua, Gaza akan dikelola struktur asing dan badan internasional. Ini merampas hak rakyat Palestina sebagai pemilik sah tanah Gaza. Gaza justru diatur dan direkonstruksi (dibangun ulang) sesuai keinginan para kuffar penjajah bukan oleh ummat Islam.
Ketiga, BOP melibatkan Israel dan justru mempertahankan kepentingan Israel untuk menguasai tanah Palestina. BOP tidak menyelesaikan masalah penjajahan tapi justru mengekalkan dan melegalkan penjajahan.
Keempat, adanya keterlibatan pemimpin muslim merupakan bentuk penghianatan yang Allah haramkan. Mereka duduk dengan orang yang membunuh saudara muslim mereka dan menyerahkan ketundukan untuk diarahkan oleh orang diluar Islam. Sungguh ironis. Allah Swt telah menegaskan “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin” (TQS. Al-Maidah: 51)
Mustahil pemimpin muslim ini tidak tahu duduk perkara Palestina-Zionis. Mustahil pula mereka tidak tahu bahwa Amerika mengirimkan senjata untuk membunuh anak dan perempuan Palestina. Namun, beginilah realitas sistem politik kapitalisme dimana kepentingan pribadi lebih penting daripada kepentingan nyawa ummat Islam.
Berhadapan dipihak yang berseberangan dengan Amerika (musuh) dianggap berbahaya dan “mahal” maka lebih baik tunduk dengan deal yang menguntungkan secara materi padahal rugi disisi Allah dan balasan disisi Allah lebih pedih. Politik kapitalisme telah menjadikan materi sebagai Tuhan dan membutakan mata hati pemimpin-pemimpin muslim. Saat warga Gaza dibombardir mereka justru bersalaman dengan para pelaku pengeboman.
