Cinta Tanpa Syarat dari Orang Tua

Oleh: Ari Sabputra, S.Pd — Pengajar di SDIT Alam CAHAYA

Ada cinta yang tumbuh tanpa syarat dan ada rasa bersalah yang datang terlambat. Di antara keduanya, manusia sering lupa, bahwa rida Allah sering bersemayam pada ridha orang tua.

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra: 23)

Ayat ini secara spesifik menegaskan perintah Allah SWT untuk menyembah hanya kepada-Nya (tauhid) dan berbuat baik (birrul walidain) kepada orang tua. Allah SWT juga melarang berkata “ah” (perkataan kasar/merendahkan), membentak orang tua, dan memerintahkan kita untuk bertutur kata mulia serta santun, terutama saat mereka lanjut usia.

Baca Juga  Keutamaan Istiqamah Dzikir La Ilaha illallah Muhammad Rasulullah

Saat kita belum bisa berjalan, orang tua setia menggandeng tangan kita, tangan mungil kecil digenggam erat takut akan jatuhnya kita. Setiap jatuh, ada pelukan hangat dan penuh kasih mereka pada kita. Setiap salah, ada ribuan maaf mereka pada kita. Saat kita menangis, mereka yang menenangkan kita. Tentu, mereka merawat kita tanpa sedikitpun rasa mengeluh.

“Bukankah Kami telah menjadikan bagimu penglihatan, lidah dan sepasang bibir?” (QS. Al-Balad: 8-9)

Surah Al-Balad ayat 8-9 menegaskan nikmat pancaindra yang Allah berikan kepada manusia, yaitu sepasang mata untuk melihat serta lidah dan sepasang bibir untuk berbicara. Allah memberikan kita nikmat fisik tersebut. Tetapi, melalui prantara orang terkasih kita bisa mengucapkan huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat karena kasih mereka kepada kita.

Baca Juga  Menyibak Kegelapan (Bagian 3): Ibadah yang benar