SD Yapita Gandeng Mahasiswa UINSA Salurkan Sedekah Ramadan ke Anak Yatim
SD Yapita Gandeng Mahasiswa UINSA Salurkan Sedekah Ramadan ke Anak Yatim
Oleh: MBKM Yapita Ilha UINSA 2026
SD Yapita menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak yatim dan fakir miskin pada Sabtu tanggal 19 Maret 2026 yang bertempat di lingkungan sekolah. Mahasiswa Ilmu Hadis UINSA ikut berpartisipasi di dalamnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial serta bagian dari program sekolah dalam menanamkan nilai-nilai empati dan solidaritas kepada peserta didik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, yang dikenal sebagai bulan penuh berkah dan momentum untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.[1] Terlebih lagi, kegiatan ini dilaksanakan menjelang akhir Ramadan, di mana semangat untuk bersedekah dan berbagi kepada sesama semakin ditingkatkan.[2] Hal ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang mendorong umat untuk memperbanyak amal kebaikan[3], khususnya kepada anak yatim, fakir miskin, dan janda.
Barang-barang yang disalurkan dalam kegiatan santunan ini berasal dari partisipasi aktif para siswa yang dengan penuh keikhlasan membawa berbagai kebutuhan pokok sesuai dengan jenjang kelas masing-masing. Siswa kelas 1 membawa Indomie Goreng sebanyak 6 pcs. Siswa kelas 2 membawa minyak goreng kemasan 1 liter dengan merek seperti Bimoli, Sania, atau Sunco. Siswa kelas 3 membawa wafer Tango atau Nabati dalam kemasan kaleng.
Siswa kelas 4 membawa susu kemasan pouch 545 gram dengan merek Indomilk atau Frisian Flag serta kecap kemasan 135 ml dengan merek ABC, Bango, atau Sedap. Sementara itu, siswa kelas 5 berpartisipasi dengan membawa uang sebesar Rp20.000, yang kemudian digunakan oleh panitia untuk membeli beras. Adapun siswa kelas 6 membawa gula pasir Gulaku 1 kg serta teh celup isi 25 kantong. Seluruh bantuan tersebut dihimpun dan didistribusikan kepada para penerima manfaat yang ada di lingkungan sekitar sekolah
Acara ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh SD Yapita. Dua tahun yang lalu kegiatan ini mencakup penyaluran zakat fitrah dan sedekah. Namun, pihak sekolah merasa kewalahan dalam pengelolaannya, karena zakat fitrah harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan menyeimbangkan jumlah beras yang akan didistribusikan.
Sementara itu, jumlah guru muda yang terlibat dalam kepanitiaan relatif sedikit, sehingga mereka harus bekerja ekstra dalam proses pengumpulan, penimbangan, hingga pendistribusian zakat. Selain itu, dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 800 orang, sementara jumlah penerima zakat relatif terbatas. Menurut Wakil Ketua Pelaksana Lentera Ramadan, Ike Nur Fadilla, “Pada hari pelaksanaan, kami mendapati bahwa beras zakat masih tersisa cukup banyak, sementara seluruh penerima yang telah terdata sudah menerima bagiannya.”
Hal ini menjadi kendala tersendiri, mengingat zakat fitrah tidak dapat diberikan kepada sembarang orang dan harus disalurkan kepada golongan yang berhak (mustahik)[4] serta sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.[5] Berbeda dengan sedekah yang lebih fleksibel, baik dari segi penerima maupun waktu penyalurannya, karena dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan dan tidak terikat oleh batas waktu tertentu, (referensi) bahkan masih dapat disalurkan setelah salat Idulfitri apabila terdapat penerima yang belum hadir. Oleh karena itu, pada tahun ini kegiatan santunan difokuskan pada penyaluran sedekah saja agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Yapita, Ahmad Rosjid. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta semangat berbagi di kalangan siswa, khususnya bagi warga sekitar sekolah yang membutuhkan. Setelah sambutan dari Kepala SD Yapita, acara dilanjutkan dengan penyaluran santunan berupa barang kebutuhan pokok dan bingkisan kepada para penerima manfaat.
Anak yatim, fakir miskin, dan janda yang telah terdata sebelumnya diundang secara khusus untuk hadir di lingkungan sekolah. Penyerahan santunan dilakukan secara langsung kepada seluruh penerima tanpa melalui prosesi simbolis, sehingga setiap undangan dapat menerima bantuan dengan tertib dan merata. Jumlah penerima santunan dalam kegiatan ini sebanyak 112 orang.
